Home   Blog  
Kiat

  Rabu, 13 Maret 2019 18:15 WIB

Cara Menulis Artikel, ini 7 Langkah Singkatnya

Author   Tempo Institute

Ilustrasi Cara Menulis Artikel

Cara menulis artikel akan menentukan bagaimana suatu tulisan akan disajikan. Tempo mengutamakan bukan saja topik laporan yang memang dibutuhkan pembaca, tapi juga tulisan yang penyajiannya selalu mengasyikkan karena itulah berlaku moto enak dibaca dan perlu. Tradisi itu terus dipertahankan.

Artikel ini akan membahas tujuh langkah cara menulis artikel. Mulai dari menemukan ide, menetapkan angle, hingga mempublikasikan. Tahap-tahap ini akan disarikan dalam artikel ini, belum mendalam, tapi semoga bisa membantu Anda yang ingin mempelajari cara menulis artikel dari Tempo.

Tujuh Langkah Cara Menulis Artikel:

  1. Menemukan ide
  2. Menetapkan angle
  3. Mengumpulkan bahan tulisan
  4. Kerangka tulisan
  5. Menulis
  6. Editing
  7. Publikasi

Menemukan Ide

Tanpa ide, menulis adalah pekerjaan yang mustahil; seseorang tak bakal kesulitan menggoreskan kata apa pun. Dan bila kata-kata absen, bisa ditebak bagaimana lanjutannya, kan? Novelis Ernest Hemingway menggambarkan situasi “selembar kertas kosong” itu sebagai keadaan paling menakutkan dalam pekerjaan menulis. Tapi bagaimana menemukan ide?
Ide bukanlah hal ruwet yang harus selalu dicari-cari. Sering ide datang sendirinya di sela aktivitas sehari-hari. Cata ide yang muncul, misalnya ketika kita berada dalam perjalanan, atau sedang bekerja, membaca, berbincang, menghadiri seminar, dan menonton. Entah menarik entah tidak, itu perkara nanti. Sering pula ide yang pertama kali muncul belum solid, berantakan dan tidak runtut. Tak mengapa, yang penting tulislah dulu.

Menetapkan Angle

Langkah selanjutnya adalah memilih satu saja aspek dari ide tersebut yang paling menarik dan paling penting. Inilah yang disebut angle, yaitu membidik suatu persoalan hanya dari satu sudut pandang. Angle harus jelas, jernih, dan tajam. Agar mudah, rumuskan angle dalam kalimat tanya. Gunakan unsur 5W+1H, yaitu who, what, when, where, why, dan how. Dan, supaya bisa merumuskan angle secara jitu, kita perlu memahami kompleksitas persoalan dan menguraikannya secara sistematis. Hal ini membutuhkan data awal yang kuat dan relatif lengkap.

Mengumpulkan Bahan Tulisan

Seberapa pun bagusnya, ide hanya akan menjadi pepesan kosong jika tak diikuti penggalian bahan atau reportase. Seorang wartawan, atau penulis bisa menggunakan tiga senjata untuk mengumpulkan bahan: riset, observasi dan wawancara. Di Tempo, ketiga alat ini sama pentingnya karena merupakan kesatuan yang saling melengkapi.

Kerangka tulisan

Kerangka tulisan atau outline tulisan akan membantu penulis atau wartawan dalam dua hal: memetakan kronologi peristiwa, data yang dibutuhkan, serta informasi utama lain (berupa kesan atas narasumber hingga referensi tertulis) dan mengalirkan cerita jurnalistiknya. Di tahap ini Anda dapat memberikan gambaran dengan angle apa tulisan bisa disusun, model lead (paragraf pertama) yang dirasa menarik, meletakan urutan peristiwa agar tak menimbulkan data yang bias, hingga menutupnya dengan kesimpulan yang menggigit.

Menulis

Tahap berikutnya adalah menuliskan semua bahan yang telah terkumpul, berdasarkan ide dan angle yang tajam. Tuliskan dengan bantuan kerangka yang telah dibuat agar tulisan tak melantur. Dalam tahap ini, penulis tak perlu terlalu memikirkan detail-detail kecil yang bisa mengganggu fokus penulis. Tuliskan saja, kesalahan-kesalahan kecil dan detail bisa diperbaiki di tahap berikutnya, yaitu editing atau penyuntingan. Tapi bukan berarti penulis berhak menulis dengan sembarangan.

Editing

Editing atau penyuntingan tak hanya bertujuan menajamkan isi berita dengan gaya bahasa tertentu, tapi juga membuat berita jadi menarik. Di Tempo tulisan harus memenuhi semua persyaratan, berisi, enak dibaca dan perlu, sesuai dengan aturan Tempo. Jika sudah selesai, tulisan harus diperiksa aspek kebahasaannya. Tak berhenti di situ, tulisan diuji kembali dalam proses proof reading untuk mengecilkan resiko kesalahan dalam tulisan.

Publikasi

Tahap terakhir adalah menyebarkan tulisanmu ke pembaca. Jangan malu untuk menyebarkan tulisanmu, mulai dari orang-orang di sekitar. Anda bisa mendapatkan masukan dan komentar dari orang-orang di sekitar, dengan begitu Anda bisa memperbaiki dan terus menulis lebih baik lagi. Sebarkan seluas-luasnya, agar gagasanmu atau informasi yang kamu sampaikan didengar banyak orang.

Tips menulis ini diadaptasi dari Buku Jurnalistik Dasar: Resep dari Dapur Tempo.

Baca juga kiat menulis lainnya dari Tempo Institute: Kiat-kiat Menulis dari Tempo Institute.

Tertarik belajar menulis lebih dalam? Anda dapat mengasah kemampuan menulis di #KelasTanpaBatas, kelas online dari Tempo Institute. Atau ikut belajar langsung di ruang redaksi Tempo. Informasi lengkapnya klik di sini: Program

Baca juga : Badan Siber dan Sandi Negara Akan Gandeng BIN, TNI, Polri

Bagikan
WordPress Video Lightbox Plugin