Home   Blog  
Griyaan
  01 March 2018 05:34:57 WIB

Dua Redaktur Tempo Mendatangi Pusdiklat Kementerian Sekretariat Negara untuk Mengevaluasi Tulisan


Pelatihan Tempo Institute di Pusdiklat Kementerian Sekretariat Negara

“Tulisan ini bisa langsung dimuat,” ujar Elik Santoso mengomentari tulisan salah satu peserta pada kelas evaluasi yang diselenggarakan Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) di gedung Pusdiklat Kemensetneg, Selasa, 27 Februari, kemarin.

Elik Santoso dan Yudono Yanuar, dua Redaktur Tempo,  kembali bertandang ke gedung Pusdiklat Setneg. Acara kali ini untuk mengevalusi tulisan peserta, pasca pelatihan menulis feature yang diadakan akhir November tahun lalu. “Ini H+1, evaluasi sehari setelah pelatihan, seperti yang biasa kami lakukan juga di lembaga lain,” ujar Yus Ardhiansyah, Kepala Divisi Pelatihan Tempo Institute.

Kedua redaktur Tempo itu  mengaku senang. “Banyak perubahan,” kata Yudono. Menurutnya pada pelatihan tahun lalu itu hubungan antarparagraf tulisan peserta masih kaku. “Sekarang sudah mengalir,” ujarnya.

“Bahkan ada tulisan yang langsung bisa dimuat,” ucap Elik menimpali. Ia mencontohkan tulisan peserta yang berjudul ‘Tolak Sepeda dari Jokowi, Permintaan Seorang Pelajar Tunanetra Dikabulkan’ bisa langsung dikirimkan ke redaksi. Ia pun menambahkan kalau tulisan itu bisa jadi contoh tulisan siaran pers di kemensetneg. “Rilisnya bikin begini saja, cukup,” ujarnya.

Dari total 25 peserta yang mengikuti pelatihan pada tahun lalu, yang mengirimkan tulisan untuk direview sebanyak 18 orang. “Ini juga sudah lumayan Mas,” kata Zaenatiun, Kepala Bidang Diklat Teknis dan Pengembangan.

Zaenatun menilai pelatihan yang dilaksanakan akhir tahun 2017 lalu efektif menumbuhkan semangat pegawai Kemensetneg untuk menulis. “Jadi sekarang ada penulis-penulis baru yang mewarnai majalah internal,” ujarnya dengan sumeringah.

Ia pun tak lupa kembali menyemangati peserta pada sesi pembukaan, bahwa peserta yang memperbaiki tulisan setelah direview hari ini akan dimuat di majalah internal Gaharu terbitan yang akan datang. “Yeee…,” sontak peserta berseru kegirangan.

Salah satu peserta pun mengaku puas dengan evaluasi hari ini. “Kami kembali diingatkan soal hubungan setiap paragraf dan pemilihan diksi,” kata Kukuh Wijaya, salah satu peserta.

Ia merasa evaluasi yang detail sangat bermanfaat pada peningkatan kemampuan menulis mereka. “Yang juga menarik adalah saat tulisan peserta dievaluasi di depan peserta lain, jadi siapa pun bisa mengambil pelajaran dari evaluasi tulisan teman-teman,” ujarnya dengan wajah berseri.

Baca juga : Badan Siber dan Sandi Negara Akan Gandeng BIN, TNI, Polri

Bagikan
WordPress Video Lightbox Plugin