Hacked By Con7ext – Xai Syndicate
1 Comment

PENDANAAN LIPUTAN INVESTIGASI

Negara kita memiliki banyak contoh ketidaksempurnaan dalam mengelola kepentingan publik. Mulai dari lembaga birokrasi pemerintahan di pusat hingga daerah. Terlebih kebijakan desentralisasi yang dicanangkan pasca robohnya Orde Baru menjadi paradoks tersendiri. Lemahnya pengawasan dan ketidakcakapan aparat menambah persoalan dalam menata dan membenahi daerah. Ada daerah yang mampu bertahan, namun tidak sedikit pula yang terjerembab dalam kubangan pelanggaran etika dan pidana. Puluhan pejabat pun jadi penghuni penjara.

Dari sektor swasta, drama serupa juga terjadi. Kasus terbaru adalah penyuapan kepada auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk mendapatkan hasil audit Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Kasus E-KTP yang melibatkan puluhan anggota DPR dan pegawai Kementerian Dalam Negeri menambah panjang daftar korupsi yang melibatkan tidak hanya pegawai pemerintah tetapi juga perusahaan swasta. Motifnya bisa beragam. Kita masih belum lupa kasus Fuad Amin, mantan Bupati Bangkalan, yang ‘merasa tidak ada yang salah’ dengan gratifikasi dari salah satu perusahaan migas.

Ditengah situasi prihatin atas kondisi semacam ini, pada tahun 2016 kami mengajak teman-teman jurnalis dan blogger untuk bergabung dan menjadi fellow program jurnalisme investigasi. Program ini merupakan penjabaran fungsi pers sebagai bagian pengawasan (watchdog) atas fungsi good governance pengelolaan publik oleh pemerintah. Tujuan utama program fellowship investigasi ini adalah memastikan masyarakat akan mendapatkan informasi yang utuh, mendalam dan bebas kepentingan terkait kejadian yang mempengaruhi kepentingan publik.

Tahun 2016 lalu, fellows program Investigasi Bersama Tempo membongkar 6 praktek lancung di berbagai daerah. Kasus perdagangan manusia dari propinsi NTT, yang dilacak oleh para fellows hingga Malaysia, membuka borok lemahnya perlidungan tenaga kerja kita di luar negeri. Dari Bandung, pola patgulipat petugas lapas dengan narapidana korupsi di LP Sukamiskin menjadi salah satu liputan investigasi mendapat respon positif dari publik. Kementerian Hukum dan HAM segera mengambil langkah pembenahan. Termasuk memindahkan sejumlah narapidana Sukamiskin ke lapas lain.

Dari pesisir utara Jawa Tengah, drama perbudakan pelaut Indonesia di Taiwan yang meminta banyak korban ditelusuri fellow Investigasi Bersama Tempo. Dampaknya sungguh luar biasa. Pemerintah Taiwan langsung menerbitkan beleid yang memastikan pengelolaan tenaga kerja di sektor akan melindungi pelaut asing di atas kapal ikan berbendera Taiwan.

Tahun ini, kami kembali mengundang jurnalis Indonesia untuk terlibat dalam program fellowship investigasi. Masih banyak kasus-kasus korupsi yang mengendap dan menunggu untuk diungkap. Untuk tahun ini kami memilih untuk tidak mengubah ketentuan dasar kepesertaan. Justru tema liputan yang bertambah dengan memasukan kasus kriminal yang berkaitan dengan kepentingan publik. Kami masih percaya bahwa jurnalis Indonesia mampu menjadi anjing penjaga publik di negeri sendiri. Kirimkan proposal Anda terkait sebuah isu untuk diperdalam kemungkinannya menjadi bahan investigasi.

TEMA

Memajukan Liputan Investigasi Untuk Indonesia Yang Lebih Baik”

Sub tema

  1. Skandal Korupsi Dalam Pelayanan Publik
  2. Persoalan Lingkungan Hidup
  3. Pelanggaran HAM terkait Perdagangan Manusia
  4. Kasus Kriminal terkait Kepentingan Publik

TENTANG PROGRAM

Program ini merupakan inisasi bersama antara TEMPO INSTITUTE dan Free Press Unlimited (FPU) di Belanda yang memiliki perhatian besar pada isu kebebasan pers dan profesionalisme jurnalis. Program Pendanaan Investigasi ini diharapkan mampu memotivasi jurnalis untuk menghadirkan lebih banyak lagi liputan investigatif pada seluruh sektor yang bertautan dengan kepentingan publik secara luas.

STRUKTUR PROGRAM

  1. Pendanaan : Liputan Investigasi dan biaya hidup di luar jadwal investigasi
  2. Magang dan Mentoring di Desk Investigasi Tempo
  3. Workshop Jurnalisme Investigasi
  4. Monitor Dampak Liputan

TENTANG KEPESERTAAN

  • Peserta adalah jurnalis yang memiliki pengalaman jurnalistik minimal 3 tahun
  • Blogger yang pernah bekerja sebagai jurnalis sekurang-kurangnya selama 3 tahun
  • Warga negara Indonesia.

TENTANG WAKTU & PROSES PENDAFTARAN

Pendaftaran untuk program ini dimulai tanggal 30 Mei hingga 15 Juli 2017. Formulir pendaftaran yang telah diisi harus dikirimkan ke Tempo Institute melalui email info@tempo-institute.org.

Setiap aplikan hanya boleh mengirimkan satu aplikasi, namun usulan liputan dapat lebih dari satu. Seleksi akan dilaksanakan selama satu minggu sebelum pengumuman peserta hasil seleksi.

TENTANG PROSES SELEKSI

  • Proses seleksi dimulai tanggal 15 Juli 2017 melalui tahapan seleksi administrasi.
  • Untuk proses awal ini dilaksanakan oleh tim Tempo Institute, sebelum kemudian dibawa diseleksi lebih lanjut oleh Tim Seleksi.
  • Tim Seleksi mulai bekerja pada tanggal 19–20 Juli 201 Adapun kriteria seleksi adalah sebagai berikut :
  1. Kesesuaian Tema Liputan
  2. Orisinalitas Usulan Liputan
  3. Dampak Isu bagi Kepentingan Publik Secara Umum
  4. Kualitas Data dan Dokumen Temuan Awal
  • Usulan liputan yang diterima untuk diinvestigasi setelah melalui mekanisme Rapat Redaksi Tempo di akhir proses Workshop Jurnalisme Investigasi.
  • Tim Seleksi terdiri dari 7 orang yang merupakan representasi CSO (MigrantCare, Auriga Nusantara, Indonesia Corruption Watch), Redaktur Tempo, dan Tempo Institute.

KONTAK

Untuk informasi lebh lanjut dapat menghubungi sekretariat :

Sdr Stefanus Felix Lamuri (0812 956 1285), Sdri Sinta Rachmawati (0878 8908 1926)

FORMULIR PENDAFTARAN 2017 (378 downloads)

1 COMMENT
  1. Jacky

    Dear Tempo

    Apakah ada Program Investigasi Bersama Tempu Untuk Tahun 2017 ?

    Terima Kasih

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top