Home   Blog  
Podcast

  Kamis, 16 Mei 2019 18:30 WIB

uTara #3 – Media di Jerman, Pembaca Ikut “Rapat Redaksi”

Author   Fadhli Sofyan

Podcast uTara eps. 3

Podcast uTara kedatangan tamu dari dapur redaksi Tempo. Bagja Hidayat, redaktur pelaksana investigasi di majalah Tempo, akan bercerita soal pengalamannya bertamu ke berbagai media besar di Jerman. Di episode uTara #3 – Di Jerman, Pembaca Ikut “Rapat Redaksi” ini Qaris Tajudin, Direktur Tempo Institute akan memandu podcast.

Bagja Hidayat diundang oleh UNESCO untuk mengunjungi 14 kantor media di Jerman selama dua pekan di bulan Desember 2018. Ada banyak hal menarik yang bisa dipelajari, yang pertama adalah betapa independennya media-media di Jerman. Kedua soal bisnis media saat menghadapi distrupsi internet. Ketiga adalah kolaborasi investigasi, cara media di Jerman  melakukan kolaborasi untuk investigasi. Bagja juga menceritakan ada seorang wartawan Jerman yang ketahuan membuat berita palsu. Padahal media di Jerman sudah cukup ketat melakukan cek fakta secara internal juga eksternal.

Media di Jerman sangat independen dan tak tergantung pada yang lain. Bagja Hidayat sempat berkunjung ke koran harian Die Tageszeitung berideologi kiri liberal. Die Tageszeitung awalnya adalah koran mahasiswa yang didirikan tahun 1970-an dan mendapat banyak pembaca. Tapi tahun 1990-an media ini terancam bangkrut. Lalu mereka mencari  jalan keluar supaya terlepas dari ancaman kebangkrutan. Kemudian mereka mendapatkan tawaran menyambung nyawa dari iklan wajib militer, padahal ideologi mereka antimiliter. Akhirnya iklan itu diterima, uniknya iklan “wajib militer” itu ditaruh bersebelahan dengan iklan “jangan ikuti wajib militer.”

Pembaca media di Jerman juga diajak untuk kolaborasi dengan redaksi. Redaksi mengumpulkan aspirasi dari pembacanya, masalah apa yang ingin diangkat lalu diterbitkan menjadi liputan. Bahkan sampai ke tahap advokasi ke pemerintah lokal setelah hasil liputan terbit.

Ikhwal disrupsi, media cetak di Jerman justru tak mengalami disrupsi oleh media daring. Hal yang mengejutkan lagi jumlah cetak justru meningkat, terutama setelah kolaborasi dengan pembaca dilakukan dan liputan investigasi. Faktor lainnya juga kebiasaan membaca yang bagus di Jerman, masyarakat masih suka membaca media cetak. Bagja juga bercerita kalau pun membaca media online, umumnya mereka membaca berita yang berlangganan. Isi artikelnya berupa long form, artikel panjang yang mendalam, berbeda dengan berita online hard news yang mainstream di Indonesia.

Kira-kira apa lagi obrolan menarik lainnya?

Dengarkan #uTarapodcast dari Tempo Institute.

uTara podcast menyajikan obrolan yang ringan tapi perlu didengarkan. Kita akan berbicara soal bangsa, bahasa atau apa saja. Di uTara kami mendatangkan pakar, tokoh publik, hingga awak redaksi TEMPO. Qaris Tajudin, Direktur Tempo Institute akan menghadirkan perbincangan soal #jurnalistik, #media, dan apa saja. Gita Putri Damayana, peneliti dari PSHK akan membawakan uTara bertemakan #riset.

uTara #4 – Resensi Buku Zucked: Gelagat Buruk Facebook

uTara #2 – Giliran Nelayan dan Petani Bicara Industri 4.0

uTara #1 – Kalau Ditumpuk, Hasil Penelitian Bisa Sampai ke Bulan, ujar Berry Juliandi ALMI

Baca juga : Badan Siber dan Sandi Negara Akan Gandeng BIN, TNI, Polri

Bagikan
WordPress Video Lightbox Plugin