Home   Blog    Kolom
Update

  Rabu, 04 September 2019 17:11 WIB

Ekspedisi Kudungga: Jejak Sejarah Calon Ibu Kota

Author   Fadhli Sofyan

Buku Ekspedisi Kudungga

Buku Ekspedisi Kudungga telah menguak sejarah Kalimantan Timur, calon ibu kota baru. Tim Ekspedisi Kudungga mencatat sidik jari masa lalu yang terekam dalam berbagai peninggalan dan keseharian penduduk dengan memantau, mengamati, dan mewawancarai 150-an orang selama ekspedisi, serta mendatangi tempat-tempat penting dalam sejarah Kutai dan Kalimantan Timur.

Sejarah Bumi Kutai

Tim Ekspedisi Kudungga terdiri dari fotografer, Jefrie Aries (almarhum), Aditia Noviansyah, dan Rully Kesuma; penulis, yakni Muhlis Suhaeri, Mardiyah Chamim, Qaris Tajudin, Yosep Suprayogi, dan Kartika Candra, turun meliput ke lapangan. Tim video dokumenter, terdiri dari Endah Wahyu Sulistianti, M Faizurahman, dan Yogi, menyusuri lokasi-lokasi yang menggambarkan perjalanan sejarah bumi Kutai.

Kudungga bukan nama populer, padahal dia adalah raja pertama di kerajaan tertua di Nusantara, Kerajaan Kutai di Muara Kaman, Kalimantan Timur. “Tak banyak yang bisa diingat dari namanya,” ujar Mardiyah, salah satu penulis buku ini. Kudungga merupakan kakek dari raja ternama Mulawarman. Tapi memang tak banyak informasi tentang Kudungga, bahkan di buku-buku sejarah di sekolah. Karena itu buku Ekspedisi Kudungga mencoba mengumpulkan jejak-jejak sejarah di Kalimantan Timur.

Buku setebal 260 halaman ini merekam banyak jejak sejarah calon ibu kota baru. Di bagian satu, buku ini menceritakan penghuni awal Kutai. Mulai dari orang-orang gua, gua yang dihimpit sawit dan batu bara, Kerajaan Kutai, Kerajaan Kutai Kartanegara, hingga babad Tepian Batu. Bagian dua akan membawa Anda mengenal Suku Dayak secara mendalam, dari awal mula suku ini sampai pemenggalan kepala diceritakan dengan pendekatan jurnalistik. Di bagian ketiga, buku Ekspedisi Kudungga memaparkan Kutai masa kini.

Buku Ekspedisi Kudungga merupakan hasil kerja sama Total E&P Indonesie, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, dan Tempo Institute. Buku bersampul Lembuswana ini diluncurkan Agustus 2017 silam di Samarinda. Buku ini bisa dibeli lewat Tokopedia atau bisa menghubungi Tempo Institute di 081288151738 atau info@tempo-institute.org.

Rencana Pemindahan Ibu Kota

Sebagai tambahan informasi, pada 19 Agustus 2019 Presiden Joko Widodo menyampaikan rencana pemindahan ibu kota dalam pidatonya di Sidang Tahunan Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah. Menurut Presiden, relokasi ini dimaksudkan untuk mewujudkan pemerataan dan keadilan ekonomi, serta demi visi “Indonesia Maju”. Dalam pidatonya itu, Presiden sekaligus meminta izin Dewan untuk merealisasi rencana tersebut. Kemudian Kalimantan Timur mencuat jadi kandidat kuat calon ibu kota baru. Apakah Kalimantan Timur layak menjadi ibu kota baru? Buku Ekspedisi Kudungga mungkin bisa memberi banyak bahan pertimbangan.

Artikel ini sebelumnya diterbitkan di tempo.co.

Baca juga : Badan Siber dan Sandi Negara Akan Gandeng BIN, TNI, Polri

Bagikan
WordPress Video Lightbox Plugin