Home   Blog  
Kiat

  Monday, 02 December 2019 08:18 WIB

Cari Tahu 6 Cara Menulis Opini

Author   Admin Blog

menulis opini

Cara menulis opini tidak hanya merangkai kata, tetapi juga menyebarluaskan gagasan dan ilmu pengetahuan. Opini juga tidak hanya berisi pendapat, tetapi juga riset atau penguat argumentasi penulis. Penulis diutamakan menulis opini tentang bidang yang dikuasai agar kelayakan tulisan tersebut bisa diakui masyarakat.

Setiap orang tidak bisa langsung menjadi penulis opini yang kompeten, perlu banyak belajar dan latihan agar bisa menulis opini yang baik dan benar. Jika ingin belajar cara menulis opini, Anda perlu mengetahui hal-hal yang dibutuhkan dalam penulisannya. Berikut adalah 6 hal yang dibutuhkan penulis pada saat menulis opini.

  1. Pengetahuan terkait bidang

Pengetahuan akan bidang atau masalah yang menjadi topik tulisan sangatlah penting untuk dimiliki penulis opini. Seperti yang telah dikatakan sebelumnya, penulis perlu ahli dalam bidang yang menjadi topik tulisan agar masyarakat mengakui kelayakannya. Tulisan tersebut akan lebih mudah dipercayai masyarakat karena penulis dinilai memiliki otoritas. Coba bayangkan seorang ahli kehutanan menulis opini terkait bidang politik. Masyarakat akan lebih memercayai tulisan tentang politik yang memang ditulis oleh ahli politik.

  1. Ide

Ide adalah hal mendasar dalam penulisan opini. Ide bisa Anda dapatkan kapanpun dan dimanapun, bisa dari buku, berita, lingkungan kerja, dan lain-lain. Pengembangan terhadap ide pun harus dilakukan. Satu ide bisa dikembangkan menjadi beberapa judul untuk tulisan opini Anda.

  1. Argumentasi

Argumentasi penulis menjadi poin penting dalam tulisan opini. Jika tulisan opini sesuai dengan bidang yang Anda kuasai, argumentasi bisa dilakukan dengan mudah. Hal tersebut bisa terjadi karena Anda memahami hal-hal terkait apa yang dimuat dalam tulisan. Pembaca pun bisa menilai seberapa tinggi pengetahuan Anda dari argumentasi yang dibuat.

  1. Teknik penulisan

Teknik penulisan opini berbeda-beda, sesuai dengan tempat dipublikasikannya. Contohnya adalah di media massa. Pembaca media massa cenderung tidak suka tulisan panjang dan bahasa yang rumit. Oleh karena itu, tulisan opini jangan dibuat terlalu panjang dan bertele-tele. Gunakanlah bahasa yang komunikatif dan mudah dicerna.

  1. Pengetahuan bahasa

Jika tulisan Anda ingin dimengerti oleh banyak orang, gunakanlah bahasa yang mudah dimengerti. Jangan sampai Anda menggunakan bahasa-bahasa ilmiah agar terkesan keren, tetapi tidak banyak pembaca yang mengerti. Jangan lupa memerhatikan setiap kalimat yang Anda tulis agar efektif, dari segi jumlah kata, tanda baca, dan lain-lain.

  1. Pengetahuan tentang media massa

Setiap media massa memiliki ciri dan fokus yang berbeda. Hal tersebut perlu Anda perhatikan pada saat menentukan tempat publikasi tulisan opini. Cari media massa yang pemberitaan dan pembawaannya sesuai dengan tulisan opini Anda. Tetapi, ada juga media massa yang menerima tulisan opini dalam bidang apapun.

Tulisan ini merupakan adaptasi dari artikel Jurnalisme: Cara Menulis Opini oleh L.R. Baskoro, Mantan Wartawan Tempo.

Tertarik belajar menulis lebih dalam? Anda dapat mengasah kemampuan menulis di #KelasTanpaBatas, kelas online dari Tempo Institute. Atau ikut belajar langsung di ruang redaksi Tempo. Informasi lengkapnya klik di sini: Program

Baca juga : Badan Siber dan Sandi Negara Akan Gandeng BIN, TNI, Polri

Bagikan
WordPress Video Lightbox Plugin