Tempo Institute
No Comments

Workshop Foto Pancasila

Pada hari Minggu 29 Januari yang lalu diadakan tahap kurasi foto hasil karya peserta Workshop Fotografi yang diadakan oleh Grafisosial bekerjasama dengan Galeri Foto Jurnalistik Antara (GFJA) dan Yayasan TIFA, dengan tema “Pancasila Harga Mati”. Kuratorial dilakukan oleh Direktur GFJA Oscar Motuloh di NEO Cafe, di lantai dasar GFJA. Dalam sesi kurasi tersebut hadir 9 peserta, dari 15 orang yang mengirimkan foto-fotonya. Enam peserta lain yang tak hadir, kemudian mengikuti kurasi kedua di hari Rabu, 1 Februari. Kegiatan kuratorial fotografi dilakukan oleh Oscar di antara pameran fotografi karya pewarta foto Antara yang berjudul Kilas Balik 2011.

Di dalam kurasi Oscar Motuloh nampak lebih menekankan pada bagaimana konsep dan ide dibangun dalam rangkaian foto, sehingga dapat menampilkan alur cerita (story line) yang kuat dan komunikatif bagi pelihat. Adapun hal teknis pemotretan, menurut Oscar Motuloh adalah hal yang dengan mudah dipelajari oleh para peserta workshop melalui buku. Bagi Oscar proses berpikir dan membangun konsep, yang tak diajarkan dalam buku-buku fotografi, jauh lebih penting. Para Fotografer muda itu diajak mengkritisi dan menyunting foto-fotonya sendiri, memahami kekuatan tiap foto yang mereka ambil. Fotografer seringkali kesulitan bila harus memilih foto-foto hasil karyanya sendiri. Itu sebabnya menyunting adalah proses membuang foto yang bagus, demikian papar Oscar Motuloh. Proses kurasi yang dilakukan olehnya sangat menarik karena dilakukan melalui proses yang interaktif, dimana para fotografer muda diajak berdialog dan mengungkapkan pemikiran, serta terlibat mengkurasi foto-fotonya sendiri bersama Oscar Motuloh.

Adapun workshop fotografi jurnalistik yang menjadi awal rangkaian kegiatan ini telah dimulai sejak Sabtu 24 November 2011 di lantai 2 GFJA. Acara dibuka dengan sambutan dari Ruby Chrissandy (Grafisosial) mengenai garis besar tema workshop yang terkait dengan Pancasila. Sesi kedua dilanjutkan dengan paparan tentang Foto Jurnalistik 1 oleh Mosista Pambudi. Dalam sesi ini Mosista memberikan penugasan dan mengarahkan para peserta untuk segera memilih tema atau mendalami tema yang telah dipilihnya.

Minggu depannya, Sabtu 3 Desember workshop sesi 3 dibawakan oleh Andi Ari Setiadi, desainer grafis internal GFJA yang selalu menangani berbagai publikasi pameran yang akan diadakan di Galeri tersebut. Sesi 4 diisi kembali oleh Mosista Pambudi yang menyampaikan materi tentang Foto Jurnalistik ke-2. Sesi kelima diisi oleh Mardiyah Chamim dari Tempo Institute bercerita tentang teknik penulisan caption dan teks untuk sebuah foto esai. Adapun sesi ke-6 Oscar Motuloh yang banyak menekankan arti penting membangun konsep dan ide cerita, sebelum meng-klik kamera.

Setelah sesi workshop berakhir maka para peserta workshop diminta untuk segera memotret bagi yang telah mendapatkan tema, atau mencari tema bagi yang belum mendapatkan. Selama proses ini para peserta selalu dipandu oleh Gunawan Widjaja,  sebagai asisten kurator GFJA, melalui sebuah milis di internet. Gunawan adalah pembimbing yang rajin memberi masukan dan semangat.

Sesi workshop terakhir jatuh pada Minggu 14 Januari 2012 dimana Mosista Pambudi mengulas dan mengkritisi hasil karya para fotografer. Sesi ini juga adalah sesi penutup dari sesi workshop. Dari berbagai masukan itulah para peserta workshop berupaya memperbaiki ataupun mendalami subyek yang dipilih, hingga akhirnya dikumpulkan untuk dikurasi Oscar Motuloh pada 29 Januari, sebagaimana di ceritakan diawal tulisan.

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top