Tempo Institute
No Comments

Warisan Snowden bagi Jurnalisme

Koran Tempo/Internasional

Senin, 9 Juni 2014

Warisan Snowden bagi Jurnalisme

 

Satu tahun lalu, The Guardian dan The Washington Post mulai menerbitkan dokumen rahasia badan intelijen sinyal Amerika Serikat, National Security Agency (NSA), yang dibocorkan oleh mantan analisnya, Edward Snowden.Pembocoran dokumen tersebut berdampak pada hubungan diplomatic Amerika Serikat dengan negara sekutunya serta memicu debat soal isu privasi di Internet dan kebebasan sipil.

 Dalam dokumen yang dibocorkan Snowden, NSA mengumpulkan metadata komunikasi warga AS. Bekerja sama dengan badan intelijen sejumlah negara, NSA juga memanen data dari Internet, mengakses server perusahaan teknologi, dan memonitor komunikasi sejumlah pemimpin dunia.

Pengungkapan Snowden itu memicu kemarahan sejumlah pemimpin negara sekutu Amerika dan mempengaruhi hubungan diplomatik antara negara-negara itu dan AS. Selain itu, langkah Snowden ini mendorong media untuk mempertimbangkan kembali perlindungan sumber-sumber mereka. Wartawan investigasi dan koordinator hubungan media di Freedom Foundation Electronic, Dave Maass, mengatakan, pada 2012, belum banyak pemikiran ihwal bagaimana peretas bisa membantu wartawan. Namun sekarang, kata Maass, kedua kelompok ini bekerja sama untuk melaporkan isu kebebasan Internet dan melindungi sumbersumber rahasianya, dan hal itu mengubah jurnalisme. “Bagian dari itu adalah Edward Snowden,”ucap dia.

Snowden mengungkapkan bagaimana pemerintah mengumpulkan metadata telepon, e-mail, obrolan, dan pesan Facebook; melacak lokasi ponsel; serta memata-matai sejumlah pemimpin negara. Liku-liku cerita pengungkapan dokumen oleh Snowden juga mendorong media untuk mempertimbangkan kembali bagaimana mereka melindungi sumber-sumber mereka.

Kisah pengungkapan Snowden atas Glenn Greenwald, jurnalis Guardian, telah menjadi legenda jurnalistik. Greenwald adalah jurnalis pertama yang menulis berita dari dokumen Snowden dalam Guardian edisi 6 Juni 2013.

Awalnya, Snowden berkeras agar Greenwald menggunakan e-mail terenkripsi untuk berkomunikasi dengannya. Ia member petunjuk bagaimana cara penggunaannya. Greenwald sempat mengabaikannya, membuat Snowden memutuskan mundur. Greenwald berhubungan lagi dengan Snowden setelah diyakinkan oleh pembuat film dokumenter, Laura Poitras.

Menurut wartawan Newsweek, Joe Kloc, setelah berita dari dokumen Snowden dipublikasikan, salah satu moral dari cerita soal itu menjadi jelas: keamanan menjelajah Internet adalah sebuah kebutuhan bagi wartawan investigasi saat ini. Bagi narasumber, ada kebutuhan untuk merasa aman atau tetap anonim saat berhubungan dengan wartawan.

Sebelum Snowden membocorkan dokumen NSA, Freedom of the Press Foundation sebenarnya sudah merilis SecureDrop, sistem aman bagi sumber-sumber rahasia yang secara anonim mengirimkan informasi kepada media. Saat diluncurkan pertama kalinya pada Maret 2013, belum banyak yang tertarik menggunakannya. “Kami melihat ada permintaan besar setelah Snowden,” kata Trevor Timm, salah satu pendiri Freedom of the Press Foundation.

Hari ini, sekitar selusin media besar mulai atau akan menggunakan SecureDrop, termasuk The New Yorker dan The Washington Post. The Guardian melansir penggunaan sistem itu pada 5 Juni lalu. “Ada kesadaran umum bahwa wartawan tidak bisa hanya berjanji kepada narasumbernya bahwa identitas mereka akan dilindungi di pengadilan. Mereka juga butuh dilindungi ketika mereka mulai berkomunikasi,” kata Timm.

Namun Joe Kloc menambahkan, jurnalisme masih harus menempuh upaya panjang untuk bisa mengatasi tindak spionase yang dilakukan badan intelijen pemerintah. Apalagi, banyak media yang tidak memiliki hosting email sendiri serta menggunakan layanan e-mail pihak ketiga, seperti Gmail dan semacamnya. Hal itu membuat komunikasi mereka rentan dibuka jika ada perintah dari pengadilan. Bahkan, ada kemungkinan pemerintah bisa mengakses korespondensi internal perusahaan media tanpa mereka menyadarinya.

● NEWSWEEK | GUARDIAN

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top