Tempo Institute
No Comments

Tips Menulis dari Ahmad Fuadi

Akhir pekan lalu, Kemah Esai Mahasiswa ‘Menjadi Indonesia’ 2012 kedatangan penulis novel  ‘Negeri 5 Menara’ Ahmad Fuadi. Peraih penghargaan Penulis dan Fiksi Terfavorit, Anugerah Pembaca Indonesia 2010 ini berbagi soal menulis dengan peserta Kemah.  Menulis, kata dia, bisa berujung pada banyak hal. Novel ‘Negeri 5 Menara’ sudah diangkat ke layar lebar dan jadi komik. Artis Yovie & Nuno juga membuat lagu berdasar novel itu. Bahkan, dia meraih bea siswa menulis dari program Bellagio Center. Dengan bea sisa itu, dia sempat tinggal di Itali untuk menulis novelnya. Sebuah komunitas yang menggagas sekolah gratis juga lahir dari novel yang berlandas pengalamannya belajar di Pondok Modern Darussalam Gontor itu.

 

Berikut tips yang telah kami sarikan;

Kenapa Kita Harus Menulis ?

Mantan santri Gontor ini ingat pesan kyai, orang yang baik adalah orang yang berguna bagi orang lain. “Saya ingin berguna bagi orang lain tapi saya bisanya cuma menulis,” kata mantan wartawan Tempo ini. Maka dia ingin membagi pengalaman yang menurutnya berharga.

 

Lalu apa yang ditulis?

Ahmad terkesan dengan pengalamannya saat nyantri di Gontor. Pilihannya nyantri itu karena dorongan dari ibunya. Dorongan ibunya ini paling dekat di hatinya. Beruntung, saat di perantauan dia selalu menulis surat buat ibunya di Maninjau, Sumatera Barat. “Hingga puluhan  tahun, ibunya masih menyimpan surat surat itu,” kata dia. Untungnya Ahmad juga masih menyimpan buku hariannya di masanya nyantri.  Surat surat dan buku harian inilah yang menjadi bahan utama novelnya.

 

Bagaimana caranya?

Pahamilah apa yang akan anda tulis. Tulislah apa yang anda sukai. Menulis bisa dicicil, sedikit demi sedikit dari hal hal sederhana.”Sehari sehalaman,” ujarnya. Dia berpesan, anak muda sekarang sudah biasa menulis. Baik melalui pesan pendek, email, status di media sosial, atau tulisan di media lainnya.  Baca buku rujukan, kamus dan tesaurus untuk memperkaya kosa kata.

 

Kapan Mulai Menulis ?

Tulislah dari sekarang. Jika sehari anda menulis satu lembar, maka hari ini di tahun depan, anda sudah punya tulisan (novel) sepanjang 365 halaman.

 

Jadi, kapan lagi menulisnya kalau tidak sekarang?

 

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top