Tempo Institute
No Comments

Puncak Menjadi Indonesia

Kemah Kepemimpinan Esai Mahasiswa (KEM) berakhir Rabu (5/12) malam.
Dengan prosesi yang riuh di Hotel JW Marriot acara dihadiri oleh
berbagai kalangan.

Dalam acara itu, turut diluncurkan buku ‘Surat Dari dan Untuk
Pemimpin’. Buku ini berisi surat dari 95 pemimpin dari berbagai
bidang, hasil kerjasama Tempo Institute, GE Indonesia dan Garuda
Indonesia.

Direktur Utama Garuda,Emirsyah Satar dan CEO GE Indonesia Handry
Satriago turut  membacakan suratnya. Dokter cum penari Bali Ayu
Bulantrisna Jelantik juga membacakan suratnya, sebelum membawakan tari
Sitarasmi. Esais dan pendiri Majalah Tempo Goenawan Mohamad juga
membacakan suratnya. Menurutnya, Menjadi Indonesia adalah menjadi
manusia yang bisa memperbaiki keadaan. “Di jaman saya, Menjadi
Indonesia adalah jadi bagian hidup,” ujarnya.

Tapi bagaimana Menjadi Indonesia bagi anak muda ?

Direktur Eksekutif Tempo Institute Mardiyah Chamim, mendefinisikan
Menjadi Indonesia dari anak muda, salah satu peserta KEM, Ishomudin.
Menjadi Indonesia bukan kata benda. “Tapi kata kerja,” kata Mardiyah,
mengutip mahasiswa  IAIN Syekh Nur Jati Cirebon itu.

Sebagai juara Kompetisi Esai Mahasiswa, juara pertama adalah Gigay
Citta Acikgenc dari Universitas Indonesia dengan esainya “Andai Aku
Jadi Menteri Pendidikan RI”. Peringkat dua adalah Robbi Irfani Maqoma,
juga dari Universitas Indonesia dengan esai yang berjudul Kritik Frasa
“Yang Maha Esa” Sila Pertama Pancasila untuk Menuju Negeri Tanpa
Diskriminasi. Esai dengan titel ‘Teori Sampah Indonesia’ karya
Sabhrina Gita Aninta dari Institute Teknologi Bandung menempati
ranking ketiga.

Dari atas panggung, esai Gigay dibacakan artis Happy Salma. Dalam
esainya dia menceritakan pengalamannya menjadi peserta pertukaran
pelajar di Italia selama satu tahun. Menurutnya sistem pendidikan di
sana lebih memberikan kebebasan berkespresi kepada peserta didik.
Sedangkan di Indonesia, banyak pelajaran yang dipaksakan dan tidak
berguna bagi masa depan anak didik.

Walau hanya diambil tiga juara, namun menurut Mardiyah ke-30 peserta
KEM adalah pemenang. “Kalian semua luar biasa,” ujarnya. Dia tak ingin
menjadikan program ‘Menjadi Indonesia’  hanya menjadi perhelatan di
hotel mewah. Tapi untuk mencetak pemimpin Indonesia kelal. Kompetisi
esai ini adalah alat  untuk  mencari anak muda menemukan makna Menjadi
Indonesia.

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TEMPO Institute
Adalah organisasi nirlaba, independen, yang didirikan sejak tahun 2003 dan bernaung di bawah payung organisasi Yayasan 21 Juni 1994. Bidang kegiatannya adalah pengembangan kapasitas sumber daya manusia dalam bidang penulisan, jurnalis
TEMPO Institute
Gedung TEMPO Komp. Ruko Kebayoran Centre BlokA11–A15 Jl. Kebayoran Baru-Mayestik Jakarta 12240 email: info@tempo-institute.org telepon: 021-3916160
Desember 2014
S S R K J S M
« Nov    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  
BERLANGGANAN

Back to Top