Tempo Institute
No Comments

Menjadi Indonesia – Rangkaian Kegiatan

 

Kompetisi Esai Mahasiswa terlaksana sejak tahun 2009 lalu. Dalam rentang perjalanan ini, kami memetik banyak titik-titik pemikiran kaum muda terhadap negeri ini.  Dari sekitar 5.500 esai yang terkumpul dalam 5 kali penyelenggaraan, kami melihat orkestra ide kalangan muda yang patut dipertautkan.

Pada tahun 2013, Peserta Kompetisi Esai Mahasiswa berasal dari 281 Perguruan Tinggi dari seluruh Indonesia baik negeri, swasta maupun kampus luar negeri yang berpartisipasi. Ada 1.526 naskah yang masuk ke meja panitia. dengan perkiraan ada lebih dari 900 penulis.  Pengirim naskah tersebar dari 55 kota di Indonesia, terentang dari Aceh hingga Abepura, Papua. Kota-kota di Jawa masih dominan. Tahun ini, mahasiswa dari Kalimantan juga mulai aktif berpartisipasi. Ada 32 naskah yang dikirim. Salah satunya masuk 30 besar. Mahasiswa Indonesia di Malaysia dan Mesir juga turut mengirim esai mereka.

Kami meluaskan gaung Menjadi Indonesia dengan menggelar Road Show Menjadi Indonesia ke lima kota di Jawa dan luar Jawa. Dalam road show ini, kami kami memperkenalkan program Menjadi Indonesia dan menggelar workshop menulis esai untuk meningkatkan minat mahasiswa mengikuti kompetisi ini.

Kanal media sosial juga kami rambah. Lewat jalur maya ini, bisa meluaskan gaung kami. Sehingga menarik mahasiswa-mahasiswa Indonesia di luar negeri untuk tetap berkontribusi menuliskan esainya tentang persoalan negeri.

 

 Roadshow-Menjadi-Indonesia-di-Universitas-Negeri-Jenderal-Soedirman,-Purwokerto,-November--2012Roadshow Menjadi Indonesia di Universitas Negeri Jenderal Soedirman, Purwokerto, November  2012

 Roadshow-Menjadi-Indonesia-di-Padjadjaran,-Bandung,

17 Oktober 2012, Roadshow Menjadi Indonesia di Padjadjaran, Bandung,

 

Setiap Kompetisi Esai digelar, kami ambil 30 penulis esai terbaik untuk mengikuti Kemah Kepemimpinan Menjadi Indonesia. Mereka kami bekali dengan soft skill, kemampuan berpikir dan sosial. Agar apa yang menjadi ide mereka bisa diaplikasikan ke masyarakat. Mereka juga kami pertemukan dengan tokoh-tokoh penting agar melek dengan kenyataan. Tahun 2011, mereka kami temukan dengan Menteri BUMN Dahlan Iskan dan Ketua KPK Busyro Muqoddas.

Tahun 2013, kami temukan dengan Wakil Gubernur DKI Basuki Thahaja Purnama. Tahun ini, ada 27 peserta yang bisa menjalani proses Kemah Kepemimpinan. Tentu kami ingin tumbuh dan berkembang, utamanya soal kualitas. Pengalaman Kemah tahun lalu setidaknya kami jadikan bagian patokan. Bahkan, beberapa peserta tahun lalu kami libatkan jadi mentor selama Kemah. Maka, proses Kemah ini kami perketat kaulifikasinya.

Karena ketatnya proses, dua  peserta tak lolos selama Kemah di Bogor dan Jakarta. Sisa 25 peserta hingga proses Kemah Kepemimpinan usai. Dalam rentang lima tahun, ada 120 alumni Kemah yang tersebar di seluruh Indonesia.

Para-peserta-Kemah-Kepemimpinan-di-Wisma-Tempo-Sirnagalih,-Bogor-1 Para-peserta-Kemah-Kepemimpinan-di-Wisma-Tempo-Sirnagalih,-Bogor2

Para peserta Kemah Kepemimpinan di Wisma Tempo Sirnagalih, Bogor. Beragam materi tentang gender, HAM, korupsi, jurnalisme, lingkungan hingga pengembangan diri  menarik antusiasme peserta.

Setelah dua pekan menjalani Kemah Kepemimpinan, para peserta mengikuti puncak acara dari rangkaian program ini; Malam Penghargaan Menjadi Indonesia

Malam-Penghargaan-Menjadi-IndonesiaPada Malam Penghargaan Menjadi Indonesia, diumumkan pemenang dan pemberian hadiah kepada pemenang. Di malam itu pula, diluncurkan buku ‘Surat Dari & Untuk Pemimpin’ edisi kedua. Dua penulis surat, Wakil Gubernur DKI Basuki Thahaja Purnama dan penyanyi senior Titik Puspa membacakan suratnya untuk pemimpin muda. Malam penghargaan ini juga jadi ajang pertemuan pemimpin masa kini dan pemimpin masa depan.

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top