Tempo Institute
No Comments

Mengenal Indonesia yang Beragam

Hari Kedua Kemah Menjadi Indonesia ini dimulai dengan  berbagi cerita hidup mereka; pencapaian dan kegagalan, serta bagaimana mereka melalui hal tersebut hingga sampai pada titik seperti saat ini. Berbagi cerita ini membuat para peserta saling mengenal teman teman dari daerah lain. Dari Aceh, Yogyakarta, Papua, Cirebon, Makassar, Bandung dan Jakarta. Cerita dan pengalaman mereka beragam.

Usai saling berbagi cerita, tim fasilitator membagikan hasil uji DSC dan VAK yang telah dilakukan pada hari sebelumnya. Tes ini menilai kepribadian tiap peserta. Fasilitator menyebutkan bahwa ada pribadi yang masih berproses, ada pula yang tak peka dengan hal- hal di sekitarnya. “Ada juga pribadi yang berhasil melalui masa- masa sulit,”  kata fasilitator. Dari hasil uji itu, para peserta mengetahui perilaku dirinya yang terlihat,  ketika tertekan atau saat alamiah.

Siangnya, peserta materi “Babakan Politik Indonesia” yang disampaikan oleh Rahman Tolleng. Aktivis mahasiswa era 1966 mengajak peserta untuk memahami, ‘Apa itu politik?’. Banyak ragam jawaban dari peserta. Mereka menjawab sesuai konteks asal daerah dan pengalamannya.

Dua jam lebih peserta mengeksplorasi soal politik Indonesia. Sesi dilanjutkan dengan “Menjadi Indonesia: Dasar- Dasar Filosofis” bersama Rocky Gerung. Beliau memantik dengan pertanyaan Apakah Indonesia itu?”

Ada banyak hal yang mewarnai Indonesia. Suku, Bahasa, Agama, orientasi seksual dan sebagainya Seperti juga jawaban mereka soal Indonesia, mewakili keragaman Indonesia. Dengan segala pengalaman mereka, kami petik satu hal besar; Indonesia yang beragam. Dan Kemah ini adalah salah satu cara untuk mengenalnya.

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top