Tempo Institute
No Comments

Menangkap Ide

Menemukan dan merumuskan ide dalam angle adalah setengah dari pekerjaan menulis. Proses ini sangat penting dan menjadi titik tolak sebuah tulisan yang baik.

 

 

Mardiyah Chamim

Mardiyah Chamim, Direktur Eksekutif Tempo Institute, menerangkan tentang sumber ide dan menentukan angle dalam menulis. Klinik Menulis Tempo Institute, 2015

Tanpa ide, menulis itu mustahil. Anda tak bakal bisa menggoreskan kata apa pun. Dan bila kata-kata absen, ya, tahu bagaimana selanjutnya kan? Novelis Ernest Hemingway menggambarkan situasi “selembar kertas kosong” itu sebagai keadaan paling menakutkan dalam pekerjaan menulis. Tapi, bagaimana menemukan ide?

Ide bukanlah hal ruwet yang harus selalu dicari-cari. Seringkali, ide datang dengan sendirinya di sela aktivitas sehari-hari. Catat ide yang muncul, misalnya ketika Anda berada dalam perjalanan, bekerja, membaca, berbincang, menghadiri seminar, atau menonton. Entah menarik atau tidak, itu perkara nanti. Seringkali ide yang pertama muncul belum solid, berantakan dan tidak runut. Tak mengapa, yang penting tulislah dulu.

 

Seorang wartawan harus belanja ide setiap hari, lewat berbagai cara. Bagi wartawan, ide biasanya muncul dari peristiwa yang didengar, dilihat atau dibaca. Ide bisa berasal dari ekstraksi sebuah peristiwa, bisa juga muncul dari dunia maya. Di era digital ini, perkembangan terbaru lebih mudah diikuti lewat media sosial. Karena itu, wartawan sebaiknya mengikuti akun-akun yang populer sesuai bidangnya. Misalnya, wartawan sains ada baiknya mengikuti beberapa akun ilmuwan atau lembaga penelitian di Twitter. Informasi dari Twitter bisa menjadi bahan awal bagi wartawan untuk menggali cerita dan fakta yang lebih dalam sebagai bahan tulisan.

Karena ide biasanya masih bersifat umum, penulis perlu mengelaborasinya agar menarik dan penting. Layak-tidaknya sebuah ide dikembangkan menjadi berita tergantung pada nilai berita (news values) yang terkandung dalam ide tersebut. Selanjutnya, sangkutkan ide Anda dengan momentum peringatan atau peristiwa besar dan tren terbaru. Bisa juga, penulis menguji idenya dengan riset lebih lanjut agar memperoleh sudut pandang baru. Jika ingin menyampaikan ide kepada publik lewat tulisan, Anda harus rela sedikit berkeringat.

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

RELATED ARTICLES

Back to Top