Tempo Institute
No Comments

Martin Rambe – Bangga Menjadi Bagian dari Orang-orang Hebat

Sebuah penghargaan besar bagi diri saya ketika masuk dalam 32 besar penulis terbaik Kompetisi Esai Mahasiswa 2013 oleh Tempo Institute. Ini adalah sebuah titik awal saya memulai teriakan lantang “I LOVE INDONESIA!!!” Yang pasti ini bukan sekedar teriakan sekejap yang bunyinya langsung hilang dihembus angin. Tetapi lebih dari itu, ini merupakan teriakan dari hati yang tulus dengan penuh makna yang tak terkira. Makna yang tidak akan pernah hilang oleh apa pun, saya berjanji akan hal itu. Karena apa? Semua berawal dari KEMAH MENJADI INDONESIA 2013.

Waktu itu, tepat tanggal 15 Oktober 2013 sekira pukul 10.35 WIB aku tiba di titik kumpul Gereja Immanuel, dekat stasiun Gambir Jakarta Pusat. Bertemu dengan Mbak Etha selaku panitia Kemah Menjadi Indonesia. Kemudian salaman layaknya budaya Timur lalu Mbak Etha menuntunku ke sebuah ruangan dimana tempat semua peserta berkumpul sebelum berangkat ke Wisma Tempo Sirnagalih tempat semua proses akan dilaksanakan.

Setelah semua berkumpul, sore sekitar pukul 15.00 WIB kami berangkat ke lokasi yang akan mengukir sebuah sejarah dalam setiap insan yang ada di dalamnya. Keberangkatan kami sangat unik, kami diberangkatkan dengan 2 amplop, yang mana satu amplop berisi perintah agar pergi ke lokasi dengan cara apa pun yang penting harus tiba sebelum pukul 18.00 WIB dan jika lewat dari waktu yang ditentukan diperintahkan membuka amplop yang kedua. Pada amplop pertama juga terdapat uang senilai Rp 50.000,- yang akan kami gunakan menuju lokasi. Tanpa kami sadari ini merupakan awal dari proses yang akan terjadi selama 2 minggu ke depan. Untungnya kami bisa bekerjasama dengan baik dengan membentuk kelompok. Setelah tiba lokasi, Wisma Tempo Sirnagalih, Puncak, Bogor, kami pun berkumpul di dalam ruangan wisma untuk briefing pembagian kamar, jadwal makan, kontrak belajar, hingga kemudian masing-masing menuju kamarnya untuk istirahat.

***

Hari demi hari pun berlalu, tiada yang sia-sia. Selama 12 hari berada di Wisma Tempo Sirnagalih, rasanya pengen aku ulang kapan saja aku mau. Karena banyak yang terjadi disana, semuanya baik, semuanya penting, semuanya ilmu, semuanya peluang, semuanya tantangan, semuanya yang baru, semuanya kekayaan, semuanya cinta, semuanya proses belajar, dan yang pasti semuanya orang hebat dan aku ingin mengulangnya kapan saja aku mau. Tetapi sudah mutlak dan tak bisa di tawar. Waktu terus berputar dan tak ada yang berulang dalam waktu yang sama, rasa yang sama, suasana yang sama. Kini aku hanya ingin berucap, “AKU BANGGA MENJADI BAGIAN DARI HIDUP ORANG-ORANG HEBAT INI, KARENA BAGIKU MEREKA ADALAH TITIK AWAL UNTUK MENYADARI BAHWA AKU MENCINTAI INDONESIA”

Pertama, “Horee,” dalam hati aku girang. Mimpi untuk bertinteraksi intim dengan seorang dari wilayah Timur Indonesia terwujud. Menurut aku mereka dari Timur itu unik, khas, dengan rambut keriting, kulit hitam, bibir tebal, dan mayoritas Katolik tulen. Dia adalah Yohannis Ajoy yang menurut aku mewakili mereka dari Timur. Ajoy adalah teman sekamarku. Intimnya, aku dan Ajoy tidur dalam ranjang yang kami dempetkan, (stop, kita gak ngapa-ngapain kok) Cuma kita sharing-sharing sebelum tidur, curhat, dan banyak cerita yang terangkai. Aku mau bilang, “Ajoy, I miss u, dan kita akan bertemu lagi” Aku bangga punya teman dari Papua.

Aku bangga mendapat kenalan pertama seorang mahasiswa UGM, Brita. “apa kabar Brita?”  Cewek dewasa dan sangat bersahabat. Aku suka logat bicaranya. Aku bangga berkenalan dengan Ari, suaranya khas, lucu. Ini menambah kekayaan ilmuku tentang mengenal orang lain. “Ari, apa kabar”

“Halo Fikri”, aku mau bilang aku bangga berteman denganmu. Kamu orang yang sangat idealis, berani, dan sangat bersahabat. Agama menjadi topik yang tiada habisnya untuk kamu bahas sepertinya. Keputusanmu untuk berbeda dari keluargamu aku sangat salut. Aku juga baru tahu soal Islam Syah, sukses terus yah!!! “Guster!!” satu fakultasku di kampus tapi baru kenal saat mengikuti kemah menjadi Indonesia. Bangga punya teman satu kampus sepertimu, kamu bisa memberikan warna yang khas soal Medan ketika kita mengikuti proses.

“Apa kabar Heru?” orang yang paling kusuka logatnya, cara bicaranya dan pemikirannya yang logis. Aku suka semua ceritamu tentang Padang. Sejujurnya aku ingin sekali menikmati puisimu. Kenapa pusimu gak jadi dibacakan waktu acara puncak? L

“Jody?” apa kabar superman? Finalis yang paling lama nangis waktu perpisahan hingga membuatku berpikir untuk berteriak agar semuanya jangan diakhiri malam itu. Tapi aku bangga punya teman dari UI yang satu ini, orangnya ke anak-anak gitu, lucu, tapi pinter.

“May?” Teman sekamar yang tidurnya di lantai 2 sama kak Ishom. Apa kabar May? Semoga aku bisa menginspirasi kamu melalui cerita kita malam itu. Suatu saat aku ingin bertemu kamu lagi. Hidup ini pilihan dan di setiap pilihan adalah keputusan. Berlama-lama memutuskan hanya membuat waktu terbuang sia-sia.

“Hala, malam ini kita sharing?” haha, cewek yang tampak kekanak-kanakan tapi sangat berisi (ilmunya). Aku bangga satu kelompok sharing sama kamu, kamu lucu loh. Tampaknya selama kemah, mood kamu kamu lancar-lancar aja yah? J Sukses yah!!

“Muhammad Fajar” seorang etnomusikolog di kemah Menjadi Indonesia. Punya bakat musik pastinya, cara bicaranya khas, dan cocok sebagai kameraman. Selain itu, bakat menulisnya juga jempolan. Semangat bung!! “Ada Naufil di sebelah kamarku??” orang yang simpel, gayanya khas waktu presentasi dengan gerakan kaki nyantai, tangan bergerak menjelaskan, suara khas seorang ilmuwan! Aku yakin suatu saat kamu akan menjadi pengamat!

“Rikang” orang Surabaya asli yang punya nama sangat panjang. Aku sangat bangga bertemu denganmu kawan, kamu dewasa dan punya wawasan luas. Logat Surabayamu menjadi kekayaan di ruang dengarku saat kamu bicara. Sukses bro! “Rezza Aji Pratama” sang juara Kompetisi Esai Mahasiswa 2013, apa kabar bro? Sudah sidang kan? Aku sangat bangga dan salut samamu. Aktivis petani jempolan, aku masih ingat tulisanmu di mural “BER(T)ANI KARENA BENAR” jangan pernah berhenti yah kawan, aku tunggu kabar-kabar gembira darimu!

“Alfa” gadis mungil, cantik, pinter, lucu, bersahabat, udah ke Turki, esainya keren abis, aku hampir nangis waktu Gus AAK, bacakan “Aku Cinta Indonesia” dengan berteriak marah. Aku menduga, waktu menulis esai itu juga kamu sangat emosi bahkan mengeluarkan air mata, mungkin! Itu sebuah tulisan yang luar biasa menurutku. Siapa saja bisa merasakan apa yang penulis rasakan ketika membacanya. Aku yakin! Aku bangga memiliki waktu selama 2 minggu lebih bersamamu!

“Riri, kamu lagi deket-deket aku ya?” haha.. gombalan waktu ngerjai project. “Apa kabar kamu?” finalis yang sangat ceria, suaranya sangat khas, dan kamu lucu Riri. Aku bangga berteman denganmu! “Saneri anak sanggar” apa kabar? Apa kabar anak-anak sanggar? Kamu orang luar biasa, punya pemikiran cerdas, mampu mengambil keputusan yang baik, dan kamu cantik! Hehe… Aku bangga berteman denganmu!

“Setianingsih si nenek buku” hahah, Cuma lucu-lucuan aja kok. Aslinya itu si kutu buku. Entah berapa lembar yang sudah kamu lahap sebelum sarapan pagi, sementara aku baru mau sarapan. Apa kabar kamu? Semoga kuliahnya lancar ya! Aku bangga memiliki teman kutu buku sepertimu! Kamu kreatif menulis idemu!

“Cak Udin, makasih udah pinjemin aku sarung” sekarang di Medan, aku seringan pake sarung kalau lagi di kos. Hahah… aku suka soalnya! Apa kabar cak? Aku bangga punya teman sepertimu cak, kamu sederhana, bersahabat, baik, soleh. Semoga kita bisa bertemu lagi ya cak…

“Suci Amelia, yang menguping acara curhatan 1 kelompok projectku” hahah…. Suci, makasih buat masukannya yah, memang kita semua orang unik dan tidak ada yang pantas untuk direndahkan dan merendahkan. Aku ingin sekali mendengar kamu bernyanyi. Aku bangga berteman denganmu, bahkan bangga 1 kelompok sharing denganmu. Sukses ya, semoga kita bisa bertemu lagi.

“Benny Prawira” seorang gay dan aktivis gay, Tidak gampang mengambil keputusan seperti itu dalam hidup, tetapi Benny sanggup dan aku sangat sangat bangga sama kamu. Aku terus menunggu pergerakanmu, jad teruslah bersinar. Jangan pernah peduli kata mereka, karena kamu adalah kamu dan kamu benar-benar ada di dunia ini. Kamu juga citptaan Sang Khalik! Semangat!!!

Okeh, this is the last but not least.

Buat kelompok projectku yang sangat unik dan sangat luar biasa. Aku mau bilang, “AKU SANGAT BANGGA BERADA DI ANTARA KALIAN MENGERJAKAN PROJECT KITA”

“Yoni” orang hebat, udah keliling dunia, sibuk ngerjakan tugas kuliahnya waktu ngerjakan project, <gak mengganggu sih>. Aku salut sama kamu kawan, kamu luar biasa. Aku rindu cara bicaramu dan tatapan matamu. Aku harap Fitri bisa terbiasa dengan itu dan tidak membuat kalian berantam hingga Tiwi harus mengorbankan kacamata hitamnya. Kan gak lucu juga kalau Tiwi harus beli kacamata lagi? Hahah,,.. pokoke I miss u..

“Fitriana” cewek muslimah, sangat patuh pada agama, tidak boleh bersentuhan dengan muhrim, aku bangga berteman denganmu. Baru kali ini aku tahu soal muhrim. Lagi-lagi ini manambah khasanah ilmuku. Kamu punya talenta jadi guru, penjelasanmu sangat terstruktur, maka kamu harus sukses menjadi pendidik yang berintegritas di negeri ini,

“Ihram” Halo brader? Laki-laki yang aku sangat salut karena kesederhanaannya, punya ilmu tapi tidak sombong. Orang yang simpel tapi elegan, suara sangat khas dan bagus, harusnya kamu bernyanyi kawan, haha… Aku bangga sama kamu, dan sangat berharap one day kita bertemu lagi.

“Tiwi” Halo makhluk impuls? Ahahah…. aku suka sifat kamu, kamu masih muda tetapi cerdas dan pintar. Aku ingin bertemu kamu lagi dan melihat gerakan-gerakan itu. Itu sangat lucu bagiku, aku bisa tertawa sendiri. Haha… apa kabar kamu ya?

AKHIRNYA AKU BANGGA PERNAH MENJADI BAGIAN DARI HIDUP KALIAN TEMAN-TEMAN !!!

KALIAN MEMBUATKU BANGGA SEBAGAI BANGSA INDONESIA

SEMOGA HUBUNGAN KITA TIDAK TERHENTI OLEH APA PUN KARENA KITA BERSATU DALAM PEMIKIRAN MENJADI INDONESIA

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top