In-depth Reporting

Jurnalistik
Deskripsi

Di jaman yang serba cepat dan ringkas, orang cenderung enggan membaca tulisan mendalam, kecuali tulisannya istimewa. Laporan mendalam (in-depth reporting) dinanti pembaca karena memberi pemahaman baru terhadap suatu persoalan. Sehingga pembaca menjadi lebih pintar, dan menjadikannya referensi.

Laporan mendalam bisa dibuat oleh siapa saja, untuk kepentingan apa pun. Bagi wartawan, laporan mendalam biasanya dilakukan atas keinginan untuk mengetahui cerita di balik sebuah peristiwa. Unsur pertanyaan mengapa (why) dan bagaimana (how) menjadi lebih dominan dibanding pertanyaan apa (what), siapa (who), kapan (when), dan di mana (where). Sedangkan bagi peneliti, laporan mendalam dibuat untuk membuktikan hipotesanya.

Laporan model ini mengutamakan kedalaman penggalian bahan untuk menjawab pertanyaan angle. Istilah angle lazim digunakan di kalangan wartawan. Sedangkan kalangan peneliti menyebut angle dengan research questions. Ketajaman menentukan angle atau research questions mempengaruhi proses dan teknik pengumpulan bahan atau data di lapangan. Bisa melalui riset, reportase, dan wawancara.

Agar tidak tersesat, dan efektif saat mengumpulkan data, wartawan atau peneliti harus setia pada angle atau research questions-nya. Hal ini untuk menghindari timbunan informasi yang tidak dibutuhkan, dan mempermudah saat penulisan laporan.

TEMPO menulis laporan mendalam dengan gaya berkisah, bahasa mudah dipahami, enak dibaca dan menghibur. TEMPO melakukan ini untuk menggaet para pembaca. Wartawan dan peneliti pun dapat melakukannya.

Redaktur TEMPO mendampingi peserta secara intensif. Mulai dari merencanakan, menggali bahan, hingga mewujudkannya menjadi laporan yang enak dibaca, dan mudah dipahami.

Terbuka untuk wartawan, peneliti dan aktivis LSM
*) Peserta harus mempunyai usulan dan data-data pendukungnya
*) Mengkuti mentoring, cek bahan liputan, dan penulisan

Apa yang akan Anda pelajari?
Kompetensi Dasar

Peserta mampu menulis laporan mendalam yang enak dibaca, dan mudah dipahami.
Kompetensi Standar

Memahami karakteristik laporan mendalam;
Mampu membuat perencanaan liputan; merumuskan ide, menentukan angle, dan menyusun outline bahan yang dibutuhkan;
Mampu menggali bahan tulisan melalui riset, reportase, dan wawancara;
Mampu membuat judul yang menarik, lead yang memikat, dan paragraf yang padu;
Mampu menulis dengan kalimat yang efektif;
Mampu memvisualkan informasi (data/angka) menjadi infografik;
Memahami dan menerapkan kode etik jurnalistik.



Investasi

Rp 5.000.000

Diskon 15% jika membayar 2 minggu sebelum kelas dimulai. Peserta yang mendaftar wajib melampirkan Foto KTP, Foto NPWP


Tempat & Tanggal:

Gedung TEMPO, Jalan Palmerah Barat No.8 Jakarta

Lihat Peta

Pelatihan: 1, 2, 3 Oktober
Mentoring Online : 16, 23, 30 Oktober
Mentoring Offline : 8 November

09.00 - 16.00 WIB

Sudah termasuk:
T-Shirt
buku Jurnalistik Dasar
Resep dari Dapur TEMPO
Notes
Pulpen
Sertifikat
Konsumsi selama pelatihan
Langganan Tempo Digital 1 tahun

Disclaimer:

Panitia berhak menunda/membatalkan kelas jika peserta tidak sampai 8 orang


Pendahuluan

Di jaman yang serba cepat dan ringkas, orang cenderung enggan membaca tulisan mendalam, kecuali tulisannya istimewa. Laporan mendalam (in-depth reporting) dinanti pembaca karena memberi pemahaman baru terhadap suatu persoalan. Sehingga pembaca menjadi lebih pintar, dan menjadikannya referensi. Laporan mendalam bisa dibuat oleh siapa saja, untuk kepentingan apa pun. Bagi wartawan, laporan mendalam biasanya dilakukan atas keinginan untuk mengetahui cerita di balik sebuah peristiwa. Unsur pertanyaan mengapa (why) dan bagaimana (how) menjadi lebih dominan dibanding pertanyaan apa (what), siapa (who), kapan (when), dan di mana (where). Sedangkan bagi peneliti, laporan mendalam dibuat untuk membuktikan hipotesanya. Laporan model ini mengutamakan kedalaman penggalian bahan untuk menjawab pertanyaan angle. Istilah angle lazim digunakan di kalangan wartawan. Sedangkan kalangan peneliti menyebut angle dengan research questions. Ketajaman menentukan angle atau research questions mempengaruhi proses dan teknik pengumpulan bahan atau data di lapangan. Bisa melalui riset, reportase, dan wawancara. Agar tidak tersesat, dan efektif saat mengumpulkan data, wartawan atau peneliti harus setia pada angle atau research questions-nya. Hal ini untuk menghindari timbunan informasi yang tidak dibutuhkan, dan mempermudah saat penulisan laporan. TEMPO menulis laporan mendalam dengan gaya berkisah, bahasa mudah dipahami, enak dibaca dan menghibur. TEMPO melakukan ini untuk menggaet para pembaca. Wartawan dan peneliti pun dapat melakukannya. Redaktur TEMPO mendampingi peserta secara intensif. Mulai dari merencanakan, menggali bahan, hingga mewujudkannya menjadi laporan yang enak dibaca, dan mudah dipahami.


Instruktur

In-depth Reporting

Di jaman yang serba cepat dan ringkas, orang cenderung enggan membaca tulisan mendalam, kecuali tulisannya istimewa. Laporan mendalam (in-depth reporting) dinanti pembaca karena memberi pemahaman baru terhadap suatu persoalan. Sehingga pembaca menjadi lebih pintar, dan menjadikannya referensi.

Di jaman yang serba cepat dan ringkas, orang cenderung enggan membaca tulisan mendalam, kecuali tulisannya istimewa. Laporan mendalam (in-depth reporting) dinanti pembaca karena memberi pemahaman baru terhadap suatu persoalan. Sehingga pembaca menjadi lebih pintar, dan menjadikannya referensi. Laporan mendalam bisa dibuat oleh siapa saja, untuk kepentingan apa pun. Bagi wartawan, laporan mendalam biasanya dilakukan atas keinginan untuk mengetahui cerita di balik sebuah peristiwa. Unsur pertanyaan mengapa (why) dan bagaimana (how) menjadi lebih dominan dibanding pertanyaan apa (what), siapa (who), kapan (when), dan di mana (where). Sedangkan bagi peneliti, laporan mendalam dibuat untuk membuktikan hipotesanya. Laporan model ini mengutamakan kedalaman penggalian bahan untuk menjawab pertanyaan angle. Istilah angle lazim digunakan di kalangan wartawan. Sedangkan kalangan peneliti menyebut angle dengan research questions. Ketajaman menentukan angle atau research questions mempengaruhi proses dan teknik pengumpulan bahan atau data di lapangan. Bisa melalui riset, reportase, dan wawancara. Agar tidak tersesat, dan efektif saat mengumpulkan data, wartawan atau peneliti harus setia pada angle atau research questions-nya. Hal ini untuk menghindari timbunan informasi yang tidak dibutuhkan, dan mempermudah saat penulisan laporan. TEMPO menulis laporan mendalam dengan gaya berkisah, bahasa mudah dipahami, enak dibaca dan menghibur. TEMPO melakukan ini untuk menggaet para pembaca. Wartawan dan peneliti pun dapat melakukannya. Redaktur TEMPO mendampingi peserta secara intensif. Mulai dari merencanakan, menggali bahan, hingga mewujudkannya menjadi laporan yang enak dibaca, dan mudah dipahami.

Konten

Di jaman yang serba cepat dan ringkas, orang cenderung enggan membaca tulisan mendalam, kecuali tulisannya istimewa. Laporan mendalam (in-depth reporting) dinanti pembaca karena memberi pemahaman baru terhadap suatu persoalan. Sehingga pembaca menjadi lebih pintar, dan menjadikannya referensi. Laporan mendalam bisa dibuat oleh siapa saja, untuk kepentingan apa pun. Bagi wartawan, laporan mendalam biasanya dilakukan atas keinginan untuk mengetahui cerita di balik sebuah peristiwa. Unsur pertanyaan mengapa (why) dan bagaimana (how) menjadi lebih dominan dibanding pertanyaan apa (what), siapa (who), kapan (when), dan di mana (where). Sedangkan bagi peneliti, laporan mendalam dibuat untuk membuktikan hipotesanya. Laporan model ini mengutamakan kedalaman penggalian bahan untuk menjawab pertanyaan angle. Istilah angle lazim digunakan di kalangan wartawan. Sedangkan kalangan peneliti menyebut angle dengan research questions. Ketajaman menentukan angle atau research questions mempengaruhi proses dan teknik pengumpulan bahan atau data di lapangan. Bisa melalui riset, reportase, dan wawancara. Agar tidak tersesat, dan efektif saat mengumpulkan data, wartawan atau peneliti harus setia pada angle atau research questions-nya. Hal ini untuk menghindari timbunan informasi yang tidak dibutuhkan, dan mempermudah saat penulisan laporan. TEMPO menulis laporan mendalam dengan gaya berkisah, bahasa mudah dipahami, enak dibaca dan menghibur. TEMPO melakukan ini untuk menggaet para pembaca. Wartawan dan peneliti pun dapat melakukannya. Redaktur TEMPO mendampingi peserta secara intensif. Mulai dari merencanakan, menggali bahan, hingga mewujudkannya menjadi laporan yang enak dibaca, dan mudah dipahami.

WordPress Video Lightbox Plugin