Tempo Institute
No Comments

Jejak Hijau di Wisma Tempo

Selama hampir dua pekan, peserta Kemah Esai Mahasiswa (KEM) Menjadi Indonesia 2013, banyak berkutat dengan materi di dalam kelas di Wisma Tempo Sirnagalih, Bogor. Salah satunya materi yang diisi Kepala Green Peace Indonesia, Longena Ginting tentang pelestarian lingkungan. Tak hanya berhenti di kelas, 25 peserta juga beraktivitas keluar kelas guna menjalankan materi-materi yang diterima di kelas. Tentang pelestarian lingkungan, mereka meninggalkan jejak hijau dengan menanam pohon di sekitar Wisma, Sabtu (26/10).

Aksi tanam pohon ini merupakan bagian dari rangkaian KEM yang diselenggarakan Tempo Institute tiap tahun. Menurut Kepala Sekolah KEM Andi Yuwono, penanaman pohon ini untuk lebih melestarikan lingkungan. “Juga untuk meninggalkan jejak hijau di Wisma Tempo,” ujarnya. Jenis pohon yang ditanam pohon buah-buahan seperti sawo, durian montong, nangka, sirsak, sawo, cempedak dan jambul bol manila.

Bagi Rielya Alfa, peserta dari Jakarta, menanam pohon ini pengalaman yang jarang dia temui. Biasanya, mahasiswi Universitas Atmajaya ini menanam pohon hanya di pot. Bagi mahasiswi jurusan psikologi ini, menanam pohon   ini akan mengingatkannya akan semua yang ia dapatkan selama proses KEM. “Suatu saat, kami ingin menengok kembali pohon yang sudah kami tanam,” ujarnya.  Baginya, dengan menanam pohon akan memacu dirinya untuk mengembangkan apa yang dia dapatkan selama KEM. “Mana yang lebih cepat perkembangannya, kami atau pohon yang kami tanam,” kata dia.

Menurut fasilitator acara ini, Gregorius Tjaidjadi  menyatakan ingin para peserta memiliki keterikatan dengan Wisma Tempo Sirnagalih sebagai tempat mereka mengawali proses Menjadi Indonesia. “Menjadi indonesia bukan hanya melengkapi peserta hanya dengan pengolahan pikir dan rasa, namun juga harus dengan turun aksi,” ujarnya.  Karena, ujar Gregorius,  sebagai sebuah pola pembelajaran, Menjadi Indonesia juga ingin menyediakan ruang bagi mereka untuk mengaktualisasi melalui penanaman pohon. “Penanaman pohon ini juga bukti nyata keprihatinan para peserta terhadap lingkungan,” kata dia.

Kemah Esai Mahasiswa adalah ajang lomba penulisan esai yang diikuti mahasiswa Indonesia baik dari Universitas dalam dan luar negeri. Tahun kelima ini, ada 1.525 esai dari yang masuk meja panitia.

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top