Tempo Institute
1 Comment

Internet Viral Marketing: Cara Baru Memperkenalkan Budaya Bangsa

Oleh: VENNI BUDI CAHYANI – UNIVERSITAS DIPONEGORO

 

Kemajuan teknologi dan informasi menjadi ancaman bagi kebudayaan nasional yang masih tradisional. Masuknya kebudayaan dari luar melalui media baik elektronik maupun cetak mulai menggeser kecintaan masyarakat terhadapan budaya asli Indonesia. Selain itu ancaman musnahnya kebudayaan nasional muncul dari dalam diri masyarakat itu sendiri, terutama di kalangan generasi muda. Generasi muda Indonesia masih sangat rendah minat dalam hal membaca dan menulis sehingga ini merupakan tolak ukur bagi tingkat mempelajari budaya.

Namun dari kemajuan teknologi pula kita dapat menangkap peluang baru untuk melestarikan kebudayaan nasional. Dengan cara mempopulerkan dan mengenalkan keragaman budaya nasional melalui jejaring sosial, baik facebook, twitter maupun jejaring sosial lainnya. Hal ini menjadi peluang yang sangat baik karena trend gaya hidup masyarakat Indonesia terutama di kota – kota besar telah bergeser pada generasi gadget dan internet. Pengaruh jejaring sosial di internet pun semakin besar. Misalnya dalam memilih tempat wisata para turis baik manca maupun domestik lebih percaya pada banyaknya orang yang membicarakannya di twitter atau rekomendasi teman – teman di facebook daripada brosur pariwisata. Kicauan – kicauan di twitter pun dapat mempengaruhi jumlah pemilih dan pemilihan umum.

Sosialisasi melalui jejaring sosial atau lebih dikenal dengan Internet Viral Marketing ini sudah banyak digunakan oleh negara – negara maju. Misalnya saja negara Inggris, yang mewajibkan semua anggota parlemen dan pegawai negri sipilnya untuk ikut mensosialisasikan kebijakan – kebijakan pemerintah yang telah dibuat. Ini merupakan salah satu pendekatan komunikasi pemerintah dengan rakyatnya. Mengingat semakin banyaknya warga negara yang menggunakan internet, pemerintah Inggris mengembangkan kemampuannya menggunakan channel digital secara efektif.

Pengguna jejaring sosial di Indonesia untuk media twitter, berdasarkan data yang dilansir situs Semiocast Dot Com, jumlah tweeps di Indonesia sebanyak 19,5 juta orang.  Jumlah tersebut menempati posisi kelima dunia setelah Amerika Serikat (sekitar 107 juta pengguna), Brasil (33 juta pengguna), Jepang (29 juta pengguna), dan Inggris (24 juta pengguna).

 

Sementara itu, data yang dirilis situs A World of Tweets Dot Com menempatkan Indonesia sebagai negara ketiga terbanyak di dunia dalam menulis tweet (kicauan), yakni sebesar 11,39%. Peringkat pertama diduduki Amerika Serikat dengan jumlah tweet sebanyak 27%, dan peringkat kedua dipegang Brazil dengan tweet sebesar 24 %.

 

Sementara untuk media fecebook, jauh lebih besar yakni 43,06 juta (data terakhir situs Socialbakers Dot Com terlampir). Pengguna facebook berasal dari semua kalangan dan semua usia.

Dari data di atas angka pengguna situs yang cukup besar. Terlebih lagi pengguna jejaring sosial di Indonesia sangat aktif online dan berkicau. Terbukti dari survey bahwa Indonesia menempati urutan ketiga dalam menuliskan tweet di twitter dapat kita simpulkan bahwa media jejaring sosial sangat berpotensi sebagai media untuk mensosialisasikan khazanah budaya bangsa yang sudah banyak dilupakan masyarakat.

Agar persebaran informasi dapat maksimal dan menarik, ada beberapa cara yang dapat kita terapkan. Cara – cara tersebut adalah:

 

Membuat situs atau blog perpustakaan budaya

Situs ini berisi database, foto – foto, dan video keragaman budaya di Indonesia. Pada beranda terdapat link masing – masing provinsi. Pada link provinsi tersebut kita dapat mengetahui informasi dan berita terkini seputar budaya di daerah tersebut.

 

Membuat akun fanspage di facebook

Akun fanspage merupakan salah satu ikon di facebook yang dapat diikuti banyak fans tanpa harus menjadi teman. Akun ini dapat diupdate oleh beberapa admin. Dengan menggunakan akun ini informasi akan lebih mudah didapatkan oleh para fans.

 

Menghubungkan beberapa media

Link situs / blog yang berisi artikel – artikel, foto, video budaya dengan twitter dan facebook. Setiap ada content blog baru maka secara otomatis akan tersiar juga di twitter dan facebook.

 

Aktiflah untuk update status ataupun tweet

Update info harus rutin dan berkelanjutan. Jangan lupa mention instansi atau orang-orang penting dan yang terkait dengan update kita. Jika sedang tidak ada artikel baru kita bisa update yang lain yang bermanfaat dengan tetap menyelipkan link situs / blog kita.

Buatlah kuis kebudayaan berhadiah

Kuis tentang pengetahuan budaya berhadiah dapat memotivasi masyarakat pengguna jejaring sosial untuk mempelajari budaya nasional dan lebih sering membuka situs – situs budaya. Hal ini sangat menarik minat masyarakat dan merupakan cara yang paling efektif untuk memaksa masyarakat mempelajari dan mengenal budaya nasional.

 

Sebarkanlah semangat melestarikan budaya nasional

Selain memperkenalkan dan mensosialisasikan kembali kebudayaan nasional, kita dapat juga memotivasi generasi muda untuk menggunakan kebudayaan nasional dalam event – event yang mereka adakan. Misalnya dalam event sekolah, kampus, maupun masyarakat kita menampilkan tari – tarian asal Indonesia ketimbang boyband ataupun dance dari luar. Inilah tugas kita untuk mengenalkan dan menanamkan kecintaan pada budaya nasional pada generasi muda.

Dimulai dari dunia maya dengan menyebarkan dan membiasakan masyarakat membaca informasi tentang kebudayaan nasional akan dapat mempengaruhi alam bawah sadar mereka. Bahwa kebudayaan nasional jauh lebih baik dan lebih patut untuk dibanggakan sebelum kebudayaan lainnya. Dengan terbangunnya lagi rasa cinta budaya bangsa maka aksi – aksi untuk melestarikan budaya nasional di dunia nyata akan banyak dilakukan. Semakin banyak generasi muda yang peduli dan mau meningkatkan  kemampuannya dalam menggunakan chanel digital secara efektif untuk menyebarkan semangat mengenali dan mencintai kebudayaan nasional maka semakin mudah bagi Indonesia mengembalikan keutuhan budayanya dan kebhinekaannya.

Ancaman lunturnya kebudayaan nasional di Indonesia dapat diimbangi dengan gencarnya menyebarkan gerakan “kenali dan cintai budaya nasional” melalui media jejaring sosial. Hal ini sangat potensial mengingat hampir sebagian besar masyarakat Indonesia saat ini menggunakan internet dan aktif di jejaring sosial. Kita hanya perlu mengenalkan dan menyadarkan masyarakat akan keberadaan kebudayaan tersebut. Dengan membangun kembali pengetahuan dan kecintaan terhadap budaya nasional mealui dunia maya, maka masyarakat sendirilah yang akan sadar dan melestarikannya dalam kehidupan nyata.

 

DAFTAR PUSTAKA

Organisation.org

awordoftweet.com

wikipedia.com

1 COMMENT
  1. Rima Fannaf

    Bagus sekali tulisannya. saya bangga dengan apa yang anda sudah tulis diatas. memang sangat disayangkan Budaya kita sudah sedikit luntur di muka bumi ini. maka dari itu, saat ini saya ingin sekali agar bisa membangun kembali, menyemangati masyarakat luas agar tetap mengharumi budaya bangsa ini.

    Jika ada informasi seputar pameran, show atau exhibition seputar budaya kita ini, saya akan sangat hargai sekali untuk membagi info.
    Mari kita sukseskan dan lestarikan budaya kita baik untuk dalam negeri atau manca negara.

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top