Tempo Institute
2 Comments

Di Mana Memancing Ide Menulis?

Misalkan, hari ini anda mau menulis. Laptop sudah dinyalakan. Program word processor sudah dibuka. Tapi bingung mau menulis apa. Seperempat jam, layar masih putih bersih. Setengah jam berlalu, masih sama saja. Lalu anda memilih jeda. Anda menuju ke ruang tengah. Di ruang keluarga itu, mertua anda sudah duduk menyimak sinetron. Seperti sinetron umumnya, ceritanya hiperbolis. Tentang seorang jomblo yang dikejar banyak lawan jenis. Musik pengiringnya didominasi suara simbal dengan kamera zoom inzoom out. Anda bosan. Ide tak juga muncul.

Lalu anda membuka media sosial Twitter. Berita tentang Basuki Tjahaja Purnama lalu lalang di lini masa. Tapi anda ingat dengan janji anda sendiri, tak akan membuka media sosial saat menulis. Anda melemparkan pandangan ke luar rumah. Di lapangan dekat rumah, anak-anak sedang main layang-layang. Mereka mengadu layang-layang. Satu layang-layang putus. Lepas dari tuannya. Anak-anak mengejar, memperebutkan layang-layang itu.

Anda lalu kembali ke laptop. Merangkai semua yang barusan anda saksikan. Idenya, bagaimana Ahok melepaskan diri dari partai pengusungnya. Lalu anda memulainya dari analogi layang-layang yang putus. Bagaimana Ahok yang lepas dari partai pengusungnya. Kini ia bebas dari partai. Mau ke kanan atau ke kiri, ia tak bergantung pada partai. Ibaratnya seperti jomblo berkualitas tinggi. Usai putus, terbangnya malah makin tinggi. Ia diburu banyak orang. Pendukungnya makin banyak. Ia kini bukan lagi milik partai. Dan tak bisa disetir partai. Ia bukan lagi milik banyak orang. Jadilah tulisan, “Hikayat Layang-Layang Ahok”.

Nah, anda tinggal mengeditnya. Menambah yang kurang. Melengkapi dengan data-data yang valid, atau bahkan memotong kata-kata yang berlebihan. Tulisan anda sudah jadi. Tak disangka, sudah lebih dari 1.000 kata.

Menulis, seringkali terkendala oleh ide. Apa yang mau ditulis? Bagaimana menulisnya? Ide sebenarnya banyak tersebar di keseharian kita. Jika kita bisa memancingnya, maka kita bisa memanen ide setiap saat. Jika lingkungan sekitar anda tak seperti yang saya contohkan di atas, ada banyak ‘lahan’ untuk memancing ide.

Mulai dari lelucon, keluhan, gambar atau lukisan, suasana, atau tempat. Bisa juga memancing ide dari mimpi, mood, buku, film dan berita duka. Tak lupa, berita di media, baik media massa maupun media sosial juga bisa menjadi  lahan yang empuk memancing ide. Anda juga bisa mengulik cerita teman, keluarga, pengalaman pribadi, cerita mitos atau bahkan dari kisah di kitab suci. Lahan yang paling lengkap adalah mencampurkan semua lahan itu.

Ragam lahan ini tak hanya bisa gunakan memancing ide tulisan fiksi. Anda bisa juga menuliskan opini, atau tulisan fakta dari macam lahan di atas. Tentu, tulisan fakta harus kuat datanya.

Jadi, apa masih bingung mencari ide menulis ?

Tagged with: , ,
2 COMMENTS
  1. Muzayyinatul Hamidia

    Terimakasih. Keep on writing 🙂

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

RELATED ARTICLES

Back to Top