Tempo Institute
No Comments

Dari Buletin Discovery Hingga Menelisik Jejak Wong Ping Cu

kelas2

Ronald, saat mempresentasikan karya kompartemen Gaya Hidup di Workshop dan Edukasi Media, Pertamina EP-Tempo Institute, 27 Mei 2015 di Hotel Discovery, Ancol, Jakarta Barat. 

Tempo Institute – Meringung di meja bulat,  jemari Wahyu Pribadiutomo  tak henti menari di atas keyboard komputer jinjingnya. Begitu juga empat orang lain yang bersebelahan dengan pegawai Pertamina EP Purwokerto yang tergabung di kompartemen Kuliner itu.

Sesekali mereka asyik berbicara di telepon genggang.  Seperti yang dilakukan Wahyu,  sengaja ia menghubungi ibunya yang tinggal di Purwokerto untuk mencari informasi harga satu kilo gram. Hermien Y. Kleden, mentor kompartemen ini tak kalah sibuk menghubungi salah satu pemilik restoran yang menyajikan kuliner pedas di daerah Ancol, Jakarta Barat.

Laiknya wartawan, mereka berkejaran dengan tenggat. Dalam dua jam menyelesaikan tugas satu tulisan ficer tentang cita rasa pedas yang menjadi tren.  Tidak hanya Wahyu , 25 peserta lain, wartawan dari beberapa media lokal pegawai Pertamina EP dari berbagai daerah yang mengikuti Workshop dan Edukasi Media: Praktik Liputan Jurnalistik, 26-28 Mei 2015 di Hotel Discovery Ancol, Jakarta Barat, itu mendapat tugas yang sama. Membuat tulisan.

Hanya saja tema dan angle tulisan berbeda karena fasilitator Tempo Institute membagi peserta dalam empat kompartemen, yaitu Ekonomi, Kuliner, Life Style dan Lingkungan. Masing-masing kompartemen mengusulkan setidaknya dua angle untuk dipilih menjadi cover story Buletin Discovey.

Kompartemen ekonomi yang didampingi Herry Gunawan, mantan wartawan Tempo, menyoroti harga barang kaki lima, Pasar Seni dan pelukis jalanan di Ancol. Sedangkan kompartemen Gaya Hidup dari tema besar 60 Tahun Ancol, akan menurunkan empat angle. Salah satunya Ancol yang tak lagi menjadi tempat wisata murah.

Para mentor mendapat kesempatan saling menilai hasil reportase semua kompartemen. Mereka saling selidik proses penggalian bahan, hingga mempertanyakan target narasumber yang tidak tercapai. “Kekuatan ficer adalah reportase, bukan talking news,” kata Herry.

Hari terakhir peserta dilibatkan dalam simulasi investigasi dan kerja tim melalui permainan mencari jejak bandar narkoba “Wong Ping Cu”. Setiap kelompok harus memecahkan kode-kode yang tersebar di beberapa pos dan “bertarung” mencari satu dokumen penting di area Paint Ball.

Sengaja mentor-mentor dari Tempo Institute membawa aura proses kerja redaksi Tempo saat pelatihan internal ini. Dari proses pengajuan usulan hingga praktik lapangan.  Termasuk saling kritik saat simulasi rapat redaksi penentuan cover story. Tak lain untuk menularkan semangat kompetisi sehat saat menghasilkan karya jurnalistik yang bermutu.  (H)

 

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top