Teknik Wawancara bersama Hermien Y Kleden

Jurnalistik
Deskripsi

Wawancara menjadi salah satu cara kita –wartawan, peneliti, dan auditor– dalam mencari informasi guna merekonstruksi sebuah peristiwa. Agar memperoleh informasi yang terpercaya, detail dan akurat, kita perlu memetakan sumber informasi yang tepat pula; korban, pelaku, saksi mata, atau pihak-pihak yang berwenang.  

Wawancara sumber itu bukan perkara mudah. Tidak hanya soal materi pertanyaanya, tapi pada kesulitan mencari narasumbernya. Bisa jadi narasumber yang akan kita temui adalah orang penting dan sulit ditemui. Karena itu, kita harus mempersiapkan materi wawancara dengan matang. Jangan sampai ketika kita bertemu dengan “target”, malah kelagapan.

Teknik wawancara sangat beragam, tergantung dari target narasumber dan kebutuhan informasi yang akan kita sasar. Bisa door stop atau wawancara mencegat dan wawancara khusus. Sedangkan dari segi teknik bertanya ada wawancara informasi, eksploitasi, eksplorasi dan konfirmasi. Keempatnya dapat dilakukan dalam satu wawancara narasumber.

Di TEMPO, setiap reporter diwajibkan memperkaya background informasi sebelum melakukan wawancara. Kata Hermien Y Kleden, wartawan senior TEMPO, informasi awal yang kita dapatkan bisa digunakan untuk men-skak narasumber. Bisa juga untuk menjaga wibawa di hadapan sumber kita.

Hermien telah berkarir lebih dari 28 tahun. Ia telah mewawancarai banyak tokoh penting untuk TEMPO. Kini, Ia akan membagi keahlian memburu narasumber, dan menaklukkannya dengan pertanyaan yang tajam.

Terbuka untuk umum, wartawan, dan karyawan relasi publik
Apa yang akan Anda pelajari?
Kompetensi Dasar

Kompetensi Standar



Topik Bahasan Untuk Kursus Ini

Investasi

Rp 3.750.000

Diskon 15% jika membayar 2 minggu sebelum kelas dimulai. Peserta yang mendaftar wajib melampirkan Foto KTP, Foto NPWP


Tempat & Tanggal:

Gedung TEMPO, Jalan Palmerah Barat No.8 Jakarta

Lihat Peta

Selasa-Kamis, 17 – 19 Juli

09.00 - 16.00 WIB

Sudah termasuk:
T-Shirt
buku Jurnalistik Dasar
Resep dari Dapur TEMPO
Notes
Pulpen
Sertifikat
Konsumsi selama pelatihan
Langganan Tempo Digital 1 tahun

Disclaimer:

Panitia berhak menunda/membatalkan kelas jika peserta tidak sampai 8 orang


Pendahuluan

Wawancara menjadi salah satu cara kita --wartawan, peneliti, dan auditor-- dalam mencari informasi guna merekonstruksi sebuah peristiwa. Agar memperoleh informasi yang terpercaya, detail dan akurat, kita perlu memetakan sumber informasi yang tepat pula; korban, pelaku, saksi mata, atau pihak-pihak yang berwenang.   Wawancara sumber itu bukan perkara mudah. Tidak hanya soal materi pertanyaanya, tapi pada kesulitan mencari narasumbernya. Bisa jadi narasumber yang akan kita temui adalah orang penting dan sulit ditemui. Karena itu, kita harus mempersiapkan materi wawancara dengan matang. Jangan sampai ketika kita bertemu dengan “target”, malah kelagapan. Teknik wawancara sangat beragam, tergantung dari target narasumber dan kebutuhan informasi yang akan kita sasar. Bisa door stop atau wawancara mencegat dan wawancara khusus. Sedangkan dari segi teknik bertanya ada wawancara informasi, eksploitasi, eksplorasi dan konfirmasi. Keempatnya dapat dilakukan dalam satu wawancara narasumber. Di TEMPO, setiap reporter diwajibkan memperkaya background informasi sebelum melakukan wawancara. Kata Hermien Y Kleden, wartawan senior TEMPO, informasi awal yang kita dapatkan bisa digunakan untuk men-skak narasumber. Bisa juga untuk menjaga wibawa di hadapan sumber kita. Hermien telah berkarir lebih dari 28 tahun. Ia telah mewawancarai banyak tokoh penting untuk TEMPO. Kini, Ia akan membagi keahlian memburu narasumber, dan menaklukkannya dengan pertanyaan yang tajam.


Instruktur

Teknik Wawancara bersama Hermien Y Kleden

Wawancara menjadi salah satu cara kita --wartawan, peneliti, dan auditor-- dalam mencari informasi guna merekonstruksi sebuah peristiwa. Agar memperoleh informasi yang terpercaya, detail dan akurat, kita perlu memetakan sumber informasi yang tepat pula; korban, pelaku, saksi mata, atau pihak-pihak yang berwenang.  

Wawancara menjadi salah satu cara kita --wartawan, peneliti, dan auditor-- dalam mencari informasi guna merekonstruksi sebuah peristiwa. Agar memperoleh informasi yang terpercaya, detail dan akurat, kita perlu memetakan sumber informasi yang tepat pula; korban, pelaku, saksi mata, atau pihak-pihak yang berwenang.   Wawancara sumber itu bukan perkara mudah. Tidak hanya soal materi pertanyaanya, tapi pada kesulitan mencari narasumbernya. Bisa jadi narasumber yang akan kita temui adalah orang penting dan sulit ditemui. Karena itu, kita harus mempersiapkan materi wawancara dengan matang. Jangan sampai ketika kita bertemu dengan “target”, malah kelagapan. Teknik wawancara sangat beragam, tergantung dari target narasumber dan kebutuhan informasi yang akan kita sasar. Bisa door stop atau wawancara mencegat dan wawancara khusus. Sedangkan dari segi teknik bertanya ada wawancara informasi, eksploitasi, eksplorasi dan konfirmasi. Keempatnya dapat dilakukan dalam satu wawancara narasumber. Di TEMPO, setiap reporter diwajibkan memperkaya background informasi sebelum melakukan wawancara. Kata Hermien Y Kleden, wartawan senior TEMPO, informasi awal yang kita dapatkan bisa digunakan untuk men-skak narasumber. Bisa juga untuk menjaga wibawa di hadapan sumber kita. Hermien telah berkarir lebih dari 28 tahun. Ia telah mewawancarai banyak tokoh penting untuk TEMPO. Kini, Ia akan membagi keahlian memburu narasumber, dan menaklukkannya dengan pertanyaan yang tajam.

Konten

Wawancara menjadi salah satu cara kita --wartawan, peneliti, dan auditor-- dalam mencari informasi guna merekonstruksi sebuah peristiwa. Agar memperoleh informasi yang terpercaya, detail dan akurat, kita perlu memetakan sumber informasi yang tepat pula; korban, pelaku, saksi mata, atau pihak-pihak yang berwenang.   Wawancara sumber itu bukan perkara mudah. Tidak hanya soal materi pertanyaanya, tapi pada kesulitan mencari narasumbernya. Bisa jadi narasumber yang akan kita temui adalah orang penting dan sulit ditemui. Karena itu, kita harus mempersiapkan materi wawancara dengan matang. Jangan sampai ketika kita bertemu dengan “target”, malah kelagapan. Teknik wawancara sangat beragam, tergantung dari target narasumber dan kebutuhan informasi yang akan kita sasar. Bisa door stop atau wawancara mencegat dan wawancara khusus. Sedangkan dari segi teknik bertanya ada wawancara informasi, eksploitasi, eksplorasi dan konfirmasi. Keempatnya dapat dilakukan dalam satu wawancara narasumber. Di TEMPO, setiap reporter diwajibkan memperkaya background informasi sebelum melakukan wawancara. Kata Hermien Y Kleden, wartawan senior TEMPO, informasi awal yang kita dapatkan bisa digunakan untuk men-skak narasumber. Bisa juga untuk menjaga wibawa di hadapan sumber kita. Hermien telah berkarir lebih dari 28 tahun. Ia telah mewawancarai banyak tokoh penting untuk TEMPO. Kini, Ia akan membagi keahlian memburu narasumber, dan menaklukkannya dengan pertanyaan yang tajam.