TEMPO INSTITUTE
No Comments

KEM 2013

Menjadi IndonesiaKompetisi Esai Mahasiswa 2013 (KEM  2013) telah diketahui pemenangnya. Kini tiba kami bertemu dengan para pemenang. Dari 32 pemenang, 27 diantaranya akhirnya tiba di Wisma Tempo Sirnagalih di Megamendung, Bogor, Selasa (15/10) malam.

Dari berbagai penjuru, mereka bertemu dan berkumpul di Gambir, Jakarta Pusat. Dari sana, mereka harus mencapai Megamendung secara mandiri. Padahal, beberapa peserta baru kali ini menjejakkan kaki di Jakarta. Tapi justru ini jadi ajang berkenalan bagi mereka. “Ini jadi ajang perkenalan dengan peserta lainnya,” kata Benny Prawira, peserta dari Jakarta, melalui akun twitternya.

Beberapa alumnus KEM tahun sebelumnya juga bersapa dengan peserta melalui sosial media. Kami yakin, para peserta tidak datang dengan kepala kosong. Apalagi dengan pikiran yang penuh stigma. Fasilitator kami, Rius mengibaratkan benak para peserta laiknya gelas. “Janganlah jadi gelas yang setengah-setegah. Jadilah gelas yang lebih besar dan isilah dengan isi yang lebih banyak,” kata Rius.

Mereka datang dengan harapan. Banyak harapan. Bahkan saat kami minta mereka menulis kekhawatiran dan harapan, kami dapatkan harapannya lebih banyak dari pada kekhawatiran mereka. Harapan mereka membesar.

Mereka datang dari beragam daerah. Dari Sumatera hingga Papua. Bertemu, berbagi dan saling mengenal selama dua pekan ke depan. Bagi mereka, Menjadi Indonesia dimaknai beragam sesuai pengalaman hidupnya. Bagi Yohanis Ajoi, Menjadi Indonesia adalah sebuah hal yang tak bisa dielakkan. “Karena saya dilahirkan di Indonesia,” kata peserta dari Papua ini. Bagi peserta lain, menjadi Indonesia adalah sebuah kata kerja, sebuah proses yang tak kunjung usai.

Selamat Menjadi Indonesia!

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top