Tempo Institute
No Comments

10 Orang Dosen Peneliti Menerima Beasiswa Menulis Populer

Jakarta – Sepuluh orang dosen peneliti menerima beasiswa menulis populer yang digelar oleh Tempo Institute – Knowledge Sector Initiative (KSI). Penjurian seleksi peraih beasiswa diputuskan dalam sebuah rapat pleno yang dihadiri oleh perwakilan Tempo Institute dan KSI pada Senin, 9 Mei 2015 di Kantor KSI Jakarta.

 

Penilaian dilakukan secara obyektif berdasarkan kriteria penilaian; motivasi, komitmen, rekam jejak, dan seberapa penting pelatihan ini bagi institusi. Tim juri memprioritaskan beasiswa kepada peneliti dosen yang berdomisili di Jabodetabek.

 

Penerima beasiswa ini adalah Agus Sutisna (Universitas Muhammadiyah Tangerang), Agnes Harnadi (Unika Atmajaya), Yuanita Safitri, Mia Angeline (Universitas Bina Nusantara), Zaura Sylviana (Sekolah Tinggi Agama Islam Azziyadah), Meuthia Aula Jabbar (Sekolah Tinggi Perikanan), Riana Sahrani (Universitas Tarumanegara), Rustono Farady Marta (Universitas Bunda Mulia), Baretha Rizka Tantiya, dan Nieke Monika Kulsum (Universitas Nasional).

 

Program beasiswa ini telah diumumkan secara terbuka melalui situs www.tempo-institute.org dan jejaring sosial –facebook dan twitter TEMPO Institute sejak tanggal 30 April dan ditutup pada 5 Mei 2016. Panitia menerima 28 pelamar termasuk empat orang pelamar dari Kupang, Makassar, dan Bandung.

 

Peraih beasiswa berhak mendapatkan uang transport selama mengikuti Lokakarya Menulis Populer : Menulis Opini dan Policy Brief yang akan diselenggarakan pada 12-14 Mei dan 6 Juni di Hotel Blue Sky Petamburan Jakarta.

 

Menurut Program Office KSI Siti Ruhanawati, pelatihan ini digagas agar para peneliti dosen perguruan tinggi dapat mengemas dan menyebarkan hasil penelitian kepada publik. “Agar hasil penelitian tidak berhenti di rak lemari perpustakaan, masyarakat luas perlu diajak membaca dan menyukai penelitian ilmiah,” ujar Ana panggilan akrabnya.

 

Gaya penulisan ilmiah popular terutama berkembang di tahun 1960an.  Sebut saja buku sains populer berjudul Silent Spring karya Rachel Carson (1962). Buku ini menulis tentang bahayanya dampak penggunaan pestisida DDT yang merusak kehidupan liar. Karya Rachel enak dibaca seperti novel.  Buku ini pula yang membuat perubahan kebijakan penggunaan pestisida kala itu. Ada juga The Double Helix karya James Watson (1968), yang  menyajikan kisah penemuan DNA dengan asyik.

 

Peneliti dosen di Jabodetabek, menurut Direktur Eksekutif Tempo Institute Mardiyah Chamim perlu membekali diri dengan kemampuan menulis. Peneliti dosen harus mampu menuliskan hasil penelitian dengan bahasa yang populer agar mudah dipahami oleh masyarakat awam.

 

“Kami mengucapkan terima kasih untuk partisipasi rekan dosen peneliti yang telah mengirimkan aplikasinya. Bagi mereka yang belum terpilih tetap semangat,” ujar Mardiyah.

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top